Sejarah Nabi Isa Menurut Al Quran

364 views
Sejarah Nabi Isa Menurut Al Quran
Pixabay.com

Sejarah Nabi Isa Nabi Isa merupakan salah satu nabi dari 5 nabi yang mendapat julukan Ulul Azmi. Dan beliau mendapatkan mukjizat dari Allah berupa dapat berbicara dengan binatang, dapat menyembuhkan orang sakit serta atas izin Allah Nabi Isa dapat menghidupkan orang yang sudah mati.

Selain mukjizat tersebut, mukjizat lain yang Allah berikan kepadanya yaitu beliau lahir tanpa seorang ayah. Di dalam Al-Qur’an menyebutkan, ia disebuat Isa bin Maryam atau Isa Al-Masih. Nabi Isa diangkat menjadi nabi yaitu pada tahun 29 M dan beliau ditugaskan untuk berdakwah kepada Bani Israil di Palestina.

Nama beliau disebutkan sebanyak 25 kali di dalam Al-Qur’an. Kisah nabi Isa akhirnya berlanjut  dengan pengangkatannya sebagai utusan Allah. Serta penolakan oleh Bani Israil dan berakhir pada dirinya yang diangkat Allah ke surga.

Nabi Isa bertemu dengan Nabi Muhammad saat Nabi Muhammad dalam Isra Mi’raj ke Sidrat Al-Muntaha, di langit kedua atau disebut dengan Al-Maa’uun. Dan disini Nabi Muhammad menggambarkan wujud fisik Nabi Isa yaitu rambutnya terbelah menjadi dua, wajahnya tampan serta kulitnya putih agak kemerah-kemerahan.  

Berasalnya Kata Isa

Banyak orang yang bertanya-tanya sebenarnya kata Isa tersebut berasal darimana?? Kata Isa tersebut diperkirakan berasal dari bahasa Aram, yaitu Eesho atau Eesa. Yesus kristus adalah sebuah nama yang sangat umum digunakan umat kristen dalam menyebutnya. Sedangkan kristen Arab sering banyak menyebutnya dengan Yasu’ Al-Masih.

Kemudian beliau diyakini oleh Allah untuk mendapatkan gelar dengan sebutan sebagai Ruhullah atau Kalimatullah. Karena Isa dulu dicipta dengan kalimat Allah “Jadilah”! maka kemudian terciptalah Isa. Sedangkan untuk gelar Ruhullah artinya yaitu Ruh dari Allah, karena Isa langsung diciptakan oleh Allah dengan meniupkan ruh kedalam rahim Maryam.

Narasi soal Nabi Isa itu dimulai dari kelahiran Maryam sebagai putri dari Imran. Kemudian berlanjut pada tumbuh kembangnya dalam asuhan Zakariya, serta kelahiran Yahya. Kemudian Al-Qur’an juga menceritakan soal keajaiban kelahiran Nabi Isa sebagai anak Maryan yang lahir tanpa seorang ayah.

Malaikat berkata kepada Maryam, “Hai Maryam, sesungguhnya Allah telah menggembirakan kamu dari seorang putra yang diciptakan dengan sebuah kalimat yang datang dari-Nya, namaya Al-Masih yaitu Isa putera Maryam, ia adalah seorang yang terkemuka di dunia dan di akhirat dan ia termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah). (QS. Ali Imran:45)

Dikisahkan juga bahwa Nabi Isa selama di dunia, ia tidak menikahi seorang wanita karena ia telah lebih dulu diangkat oleh Allah ke langit. Namun, ada ayat yang meriwayatkan bahwa Isa akan menikah dengan salah satu umat Nabi Muhammad ketika beliau turun dari langit, kejadian ini akan terlihat pada akhir zaman nanti.

Riwayat Nabi Isa

Umat muslim percaya pada sebuah konsep bahwa kesucian Maryan yang telah dikisahkan sepanjang dalam beberapa ayat di dalam Al-Qur’an. Menurut kisah di dalam Al-Qur’an tersebut, Maryam selalu melakukan ibadah dan ia pun telah dikunjungi oleh Malaikat Jibril.

Pada saat itu Jibril mengatakan kepada Maryam, bahwa ia akan diberikan calon anak yang bernama Isa. Pada waktu itu Maryam sangat terkejut, karena sebelumnya ia telah bersumpah untuk menjaga kesuciannya hanya kepada Allah dan ia masih tetap mempertahankan hal itu dan bagaimana pula ia dapat hamil tanpa seorang laki-laki yang menggaulinya.

Lalu Jibril menenagkan Maryam dan mengatakan kepada Maryan bahwa sebenarnya perkara ini adalah sebuah perkara yang sangat mudah bagi Allah. Yang ingin membuat dia sebagai tanda untuk manusia sekaligus sebagai Rahmat dari-Nya. Seperti dalam konsep penciptaan Adam yang tanpa ayah dan juga ibu.

Percakapan mereka terekam dalam sebuah ayat Al-Qur’an yaitu :

Jibril berkata kepada Maryam : “Demikianlah”. Tuhanmu berfirman: “Hal itu adalah mudah bagiKu; dan agar dapat Kami menjadikannya suatu tanda bagi manusia dan sebagai rahmat dari Kami; dan hal itu adalah suatu perkara yang sudah diputuskan”. (Surat Maryam: 21).

Dan dalam surah lain juga Jibril berkata : “Maha Suci Dia. Apabila Dia telah menetapkan sesuatu, maka Dia hanya berkata kepadanya:“Jadilah”, maka jadilah ia. (Maryam: 35)

Jika kita melihat di beberapa ayat Al-Qur’an maka kita akan banyak menemukan ayat soal kelahiran Nabi Isa, seperti salah satunya yaitu :

1. Surah Ali-Imron pada ayat ke 59 yang berbunyi :

“Sesungguhnya misal (penciptaan) Isa di sisi Allah, adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya “Jadilah” (seorang manusia), maka jadilah dia”

2. Surah Al-Anbiya’ ayat ke 21 yang berbunyi :

. “Dan (ingatlah kisah) Maryam yang telah memelihara kehormatannya, lalu Kami tiupkan ke dalam (tubuh)nya ruh dari Kami dan Kami jadikan dia dan anaknya tanda (kekuasaan Allah) yang besar bagi semesta alam”.

Setelah Isa berada dalam rahim Maryam, maka kemudian Maryam pergi ke suatu tempat di sebelah timur untuk mengasingkan dirinya dari keluarga. Disanalah Maryam melahirkan dan beristirahat didekat sebuah pohon kurma.

Lalu Isa berbicara untuk memerintahkan dari buaiannya, untuk mengguncangkan pohon tersebut dan mengambil buah-buah yang berjatuhan. Serta untuk menghilangkan rasa takut yang Maryam rasakan dari lingkungan sekelilingnya. Maryam berzina, kemudian ia menunjukkan kepada Isa yang baru ia lahirkan itu. Lalu Isa pun menjawab

Dalam surah Maryam ayat ke 30-32 Isa menjawabnya yaitu :

“Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Alkitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi; dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkati di mana saja aku berada dan Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) salat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup; dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka”.

Misi Isa Sebagai Nabi

Misi Isa Sebagai Nabi
Pixabay.com

Menurut teks-teks dalam Islam, Isa diutus oleh Bani Israil dengan tujuan untuk mengajarkan tentang ke-esaan Tuhan serta menyelamatkan mereka dari sebuah kesesatan. Umat muslim semua percaya bahwa Nabi Isa telah dinubatkan dalam Taurat, serta membenarkan ajaran-ajaran nabi sebelumnya.

Dalam ajaran Islam Nabi Isa juga digambarkan memiliki mukjizat sebagai bukti kenabiannya. Seperti misalnya yaitu dapat berbicara waktu masih bayi dalam peraduan, memberikan nyawa kepada burung yang terbuat dari tanah liat, menyembuhkan orang yang terkena penyakit seperti lepra, serta menyembuhkan orang yang tuna netra.

Tidak hanya itu saja mukjizat lain yang dimiliki Nabi Isa adalah ia dapat membangkitkan orang yang sudah mati serta meminta makanan dari surga atas permintaan murid-muridnya. Beberapa kisah menyebutkan bahwa Yahya bin Zakariyya bahwa ia pernah bertemu dengan Isa di sungai Yordan. Pada waktu Yahya pergi ke Palestina.

Untuk soal kenabian Nabi Isa ini juga sudah dijelaslaskan dalam beberapa ayat Al-Qur’an yaitu :

4. Pada surah Maryam ayat ke 30-35, isa berkata yaitu :

“Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Alkitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi,dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkati di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) salat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup; dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka. Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali”. Itulah Isa putera Maryam, yang mengatakan perkataan yang benar, yang mereka berbantah-bantahan tentang kebenarannya. Tidak layak bagi Allah mempunyai anak, Maha Suci Dia. Apabila Dia telah menetapkan sesuatu, maka Dia hanya berkata kepadanya: “Jadilah”, maka jadilah ia”.

5. Surah A-Zukruh ayat ke 63-65 yaitu :

“Sesungguhnya aku datang kepadamu dengan membawa hikmat dan untuk menjelaskan kepadamu sebagian dari apa yang kamu berselisih tentangnya, maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah (kepada) ku”. Sesungguhnya Allah Dialah Tuhanku dan Tuhan kamu maka sembahlah Dia, ini adalah jalan yang lurus. Maka berselisihlah golongan-golongan (yang terdapat) di antara mereka, lalu kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang zalim yakni siksaan hari yang pedih (kiamat)”.

6. Surah Al-Maa’idah ayat ke 75 yaitu :

“Al Masih putera Maryam itu hanyalah seorang Rasul yang sesungguhnya telah berlalu sebelumnya beberapa rasul, dan ibunya seorang yang sangat benar, kedua-duanya biasa memakan makanan. Perhatikan bagaimana Kami menjelaskan kepada mereka (ahli kitab) tanda-tanda kekuasaan (Kami), kemudian perhatikanlah bagaimana mereka berpaling (dari memperhatikan ayat-ayat Kami itu)”.

7. Surah Al-Maa’idah ayat ke 116-117 yaitu :

“Hai Isa putera Maryam, adakah kamu mengatakan kepada manusia: “Jadikanlah aku dan ibuku dua orang tuhan selain Allah?”. Isa menjawab: “Maha Suci Engkau, tidaklah patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku (mengatakannya). Jika aku pernah mengatakan maka tentulah Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku dan aku tidak mengetahui apa yang ada pada diri Engkau. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui perkara yang ghaib-ghaib”. Aku tidak pernah mengatakan kepada mereka kecuali apa yang Engkau perintahkan kepadaku (mengatakan)nya yaitu: “Sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu”, dan adalah aku menjadi saksi terhadap mereka, selama aku berada di antara mereka. Maka setelah Engkau wafatkan aku, Engkau-lah yang mengawasi mereka. Dan Engkau adalah Maha Menyaksikan atas segala sesuatu”.

Gallery for Sejarah Nabi Isa Menurut Al Quran

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.