Sejarah Dakwah Nabi Muhammad di Madinah Lengkap

173 views
Sejarah Dakwah Nabi Muhammad
Pixabay.com

Dakwah Nabi Muhammad Banyak sekali ajaran agama yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW. Beliau menyampaikan ajaran tersebut dengan melakukan banyak dakwah dimana-mana. Nabi Muhammad tidak membedakan tempat untuk berdakwah, baik itu di wailayah pedalaman, pegunungan, pedesaan maupun perkotaan.

Selain itu Nabi Muhammad tidak pernah membedakan status sosial seseorang. Baik itu kaya raya, miskin, saudagar maupun seorang hamba sahaya semua menjadapatkan dakwah Islam dari Nabi Muhammad SAW.

Untuk melakukan dakwah Nabi Muhammad menggunakan dakwah sirriyah atau sembunyi-sembunyi dalam mengajarkan Islam. Nabi Muhammad melakukan dakwah secara sirriyah atau sembunyi-sembunyi bukan karena takut, namun ini merupakan salah satu strategi berdakwah yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW.

Nabi menggunakan starategi tersebut untuk mengantisipasi para pengikut Nabi yang masih sedikit dan belum begitu kuat. Sedangkan ancaman dan siksaan orang-orang Quraisy masih kuat, selain itu juga status kota Makkah sebagai pusat agama bangsa Arab.

Di Makkah sana masih terdapat pengabdi Ka’bah dan tiang sandaran bagi berhala serta patung-patung yang dianggap suci oleh Bangsa Arab.

Untuk melakukan dakwah sirri tersebut Nabi Muhammad melakukan pedekatan personal. Sebab dengan menggunakan pendekatan personal, akan adanya keterkaitan batin serta adanya interaksi emosional antara pengajak dengan yang diajak. Dengan pendekata ini maka Nabi Muhammad telah menggabungkan antara ikhtiar dengan tawakkal.

Dalam melakukan dakwahnya Nabi Muhammad memerhatikan situasi dan kondisi. Baik itu dari yang diajak maupun situasi yang ada dalam tempat tersebut. Karena Nabi Muhammad sangat berhati-hati dalam berdakwah.

Orang-orang yang Pertama Masuk Islam

Nabi Muhammad melakukan dakwah sirriyah atau secara sembunyi-sembunyi selama kurang lebih dari 3 tahun. Nabi Muhammad melakukan dakwah Islam pertama kali yaitu pada orang-orang terdekat seperti keluarga besar dan serta sahabat-sahabat karibnya. Dan mereka diajak untuk memeluk agama Islam, dan dalam sejarah Islam ini disebut sebagai as-Saabiquun al-Awwalluun.

As-Saabiquun al- Awwalluun artinya adalah orang-orang yang paling dahulu dan pertama masuk Islam. Dan mereka adalah :

  1. Khadijah binti Khuwailid, Ummul Mukminin Isteri Nabi Saw
  2. Zaid bin Haritsah bin Syarahil, Maula (budak) beliau, al-Kalbi,
  3. Ali bin Abi Thalib Sepupu beliau;
  4. Abu Bakar ash-Shiddiq, Shahabat paling dekat beliau.

Setelah Abu Bakar memeluk Islam, beliau sangat bersemangat dalam berdakwah dan mengajak orang-orang untuk memeluk Islam. Karena Abu Bakar terkenal dengan sosoknya yang lembut, disenangi serta berbudi yang baik.

Para tokoh kaum selalu mengunjung beliau dan tidak asing dengan kepribadian beliau, karena kecerdasan, kesuksesan dalam melakukan bisnis serta pergaulan beliau yang luwes. Berkat dakwahnya beliau banyak dari sahabat beliau yang memeluk Islam seperti yaitu :

  1. ‘Utsman bin ‘Affana al-Umawi,
  2. az-Zubair bin al-’Awam al-Asadi,
  3. ‘Abdurrahman bin ‘Auf,
  4. Sa’d bin Abi Waqqash az-Zuhriyan dan
  5. Thalhah bin ‘Ubaidillah at-Timi.

Kemudian setelah itu diikuti oleh Bilal bin Rabbah al-Habsyi, Abu Ubaidah, ‘Amir bin al-Jarrah yang berasal dari suku Bani al-Harits bin Fihr, Abu Salamah bin ‘Abdul Asad, al-Arqam bin Abil Arqam (keduanya berasal dari suku Makhzum), ‘Utsman bin Mazh’un

Dan kemudian diikuti oleh kedua saudaranya; Qudamah dan ‘Abdullah -, ‘Ubaidah bin al-Harits bin al-Muththalib bin ‘Abdu Manaf, Sa’id bin Zaid al-’Adawy dan isterinya;Fathimah binti al-Khaththab al-’Adawiyyah

Setelah itu diikuti juga oleh saudara perempuan dari ‘Umar bin al-Khaththab -, Khabbab bin al-Arts, ‘Abdullah bin Mas’ud al-Hazaly serta banyak lagi selain mereka. Mereka itulah yang dinamakan as-Saabiquunal Awwaluun.

Mereka semua masuk Islam secara sirriya atau sembunyi-sembunyi. Mereka menghindari keimanan yang mereka miliki dari ancaman dan siksaan orang-orang kafir Quraisy. Keimanan mereka banyak diuji, baik diuji dari faktor internal maupun dari faktor eksternalnya.

Ajaran-ajaran yang diterima oleh Nabi Muhammad merupakan ajaran-ajaran yang bertentangan dengan kondisi yang ada serta diluar kemampuan otak manusia.seperti salah satu peristiwa isra miraj.

Peristiwa tersebut dimulai dari Nabi Muhammad melakukan perjalanan dari Masjidil haram ke baitul maqdis. Dan kemudian diteruskan ke sudrotul muntaha dalam satu hari. Dan ini merupakan salah satu peristiwa yang tidak mungkin dilakukan pada waktu itu.

Sebab penggunaan transportasi masih menggunakan unta, atau kuda dan belum tersedia alat transportasi modern seperti misalnya pesawat terbang, mobil maupun kereta. Namun Abu Bakar mempercayai peirstiwa tersebut, sehingga beliau mendapatkan gelar As-Shidiq.

Abu Bakar sangat percaya apa yang diucapkan dan disampikan oleh Nabi Muhammad SAW. Dan dalam perjalanan isra miraj nya tersebut Nabi Muhammad mendapatkan perintah dari Allah untuk menegakkan sholat 5 waktu.

Meskipun dahwah Nabi Muhammad dilakukan secara sembunyi-sembunyi dan juga bersifat personal. Namun ternyata hal ini sudah terdengar oleh bangsa Quraisy. Hanya saja mereka belum mempermasalahkan hal tersebut, sebab Nabi Muhammad belum menentang agama dan Tuhan mereka.

Karena hal itu juga Nabi Muhamamad dapat membangun jamaah mukminin yang berlandaskan ukuwah dan ta’awun. Dan turunlah wahyu yang memerintah Nabi Muhammad untuk melakukan dakwah secara terang-terangan. Serta menentang kebatilan kaum Quraisy dan menyerang berhala-berhala mereka.

Dakwah Nabi Muhammad Secara Terang-terangan

Sejarah Dakwah Nabi Muhammad di Madinah Lengkap
Pixabay.com

Ketika perintah untuk berdakwah secara terang-terangan turun, Nabi Muhammad kemudian mengundang Bani Hasyim serta beberapa orang Bani Al-Muthalib bin Al-Manaf. Nabi Muhammad menyeru kepada kaumnya untuk menyembah dan berserah diri kepada Allah. Namun justru kerabatnya menentang Rasulullah, hanya Abu Muthaliblah yang mengikutinya.

Meskipun Abu Thalib tidak masuk Islam, namun beliau mendukung dakwah yang Nabi Muhammad lakukan. Bahkan beliau juga akan melindungi dakwah Nabi Muhammad dari gangguan kaum Quraisy.

Setelah Nabi Muhammad merasa yakin dengan dukungan serta janji yang Abu Thalib berikan untuk melindunginya dalam menyampaikan wahyu Allah, lalu beliau berdiri diatas Shafa, kemudian berseru :

“ Wahai semua orang!” maka semua orang berkumpul memenuhi seruan beliau, lalu beliau mengajak mereka kepada tauhid dan iman kepada risalah beliau serta iman kepada hari akhirat.”

dari beberapa orang yang hadir disitu, Abu Lahab angkat bicara : “ Celakalah engkau untuk selama-lamanya, untuk inikah engkau mengumpulkan kami.” Kemudia turunlah surat Al Lahab.

Sejak saat itulah dakwah Nabi Muhammad mulai terdengar di seluruh Makkah. Dari peristiwa itu maka turunlah surah Al Hijr 94 yang memerintahkan berdakwah secara terang-terangan.

فَاصْدَعْ بِمَاتُؤْمَرُ وَأَعْرِضْ عَنِ الْمُشْرِكِينَ

Artinya : “Maka sampaikanlah olehmu secara terang-terangan segala apa yang diperintahkan (kepadamu) dan berpalinglah dari orang-orang yang musyrik.”
Dengan adanya dakwah Nabi Muhammad maka kaum Quraisy merasa terganggu karena kepercayaan mereka mulai dipermasalahkan serta berhala-berhala mereka ditentang. Mereka berusaha menghentikan dakwah Nabi Muhammad dengan cara mendekati pamannya yaitu Abu Thalib.

Mereka berharap kepada pamannya Nabi Muhammad tersebut untuk menyeru Nabi Muhammad berhenti melakukan dakwahnya. Namun Abu Thalib menolak permintaan kaum Quraisy tersebut.

Semenjak penolakan tersebut, kaum Quraisy berusaha untuk menghentikan dakwah Nabi Muhammad dengan berbagai cara yaitu antara lain :

  1. Menjelek-jelekkan ajaran Islam
  2. Membangkitkan keraguan-keraguan pada kaum Muhammad
  3. Menyebarkan anggapan-anggapan yang tidak benar pada ajaran beliau serta diri beliau
  4. Melawan Al-Qur’an dengan dongeng-dongeng dahulu
  5. Menyibukkan para manusia dengan dongeng tersebut agar meninggalkan Al-Qur’an
  6. Menyiksa para pengikut Nabi

Kaum Quraisy berusaha menawarkan untuk mempertemukan Islam dan jahiliyah. Mereka mau mengikuti ajaran yang Nabi berikan dengan tidak meninggalkan ajaran mereka, di pihak Muhammad dan pegikutnya juga mengikuti tatacara yang mereka lakukan. Namun Nabi Muhammad dengan tegas menolak mereka.

Gallery for Sejarah Dakwah Nabi Muhammad di Madinah Lengkap

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *