Kumpulan Kisah Teladan Nabi Muhammad SAW dan Para Sahabat

374 views

 

Kumpulan Kisah Teladan Nabi Muhammad SAW dan Para Sahabat
http://tasdiqulquran.or.id

Kisah Teladan Nabi Muhammad SAW Seperti yang sudah kita tahu bahwa Nabi Muhammad adalah suri tauladan yang baik. Nabi Muhammad SAW memiliki akhlak yang mulia serta kebaikan yang luar biasa. Untuk itu kita sebagai umat Muslim harus mampu meneladani sifat-sifat beliau. Dan menjalani semua ajaran yang beliau berikan kepada kita.

Kita juga harus mentaati perintah beliau, sebab jika kita mentaati perintah Rasulullah maka kita sama saja dengan mentaati perintah Allah. Karena pada dasarnya perintah yang Nabi Muhammad berikan kepada kita adalah perintah dari Allah juga. Hal ini sudah diterangkan dalam Al-Qur’an yaitu :

َنْ يُطِعِ الرَّسُولَ فَقَدْ أَطَاعَ اللَّهَ ۖ وَمَنْ تَوَلَّىٰ فَمَا أَرْسَلْنَاكَ عَلَيْهِمْ حَفِيظًا

Artinya : “Barangsiapa mentaati Rasul (Muhammad), maka sesungguhnya dia telah mentaati Allah. Dan barangsiapa berpaling (dari ketaatan itu), maka (ketahuilah) Kami tidak mengutusmu (Muhammad) untuk menjadi pemelihara mereka”. (An-Nisa’: 80)

Kisah Teladan Nabi Muhammad SAW

Ada banyak kisah dari diri Nabi Muhammad SAW yang bisa kita contoh. Kisah teladan Nabi Muhammad tersebut antara lain adalah :

1. Kewaspadaan yang tinggi

Nabi Muhammad SAW mempunyai sifat yang sangat hati-hati dalam segala sesuatu. Namun biasanya beliau sering berhati-hati saat makan dan minum. Seperti hal ini dikisahkan dalam sebuah kisah yaitu :

Pada suatu malam Aisyah menemukan Rasulullah sedang tidak  bisa tidur, beliau hanya membolak-balikkan badannya dengan penuh gelisah. Ia pun berkata, ““Wahai Rasulullah, mengapa tidak tidur semalaman?” Kemudian Rasulullah SAW menjawab

“Hari ini aku menemukan sebuah kurma di tengah jalan, kemudian aku ambil buah itu dan memakannya karena aku pikir lebih baik dimakan daripada busuk dan terbuang sia-sia, sekarang aku merasa gelisah karena siapa tahu jika kurma yang kumakan itu termasuk harta sedekah.”

Dari kisah tersebut menjelaskan bahwa Nabi Muhmmad memiliki sifat yang sangat hati-hati dari segala sesuatu yang bukan menjadi haknya.

2. Memotong lidah seseorang

Maksud dari keterangan diatas adalah bahwa Nabi Muhammad tidak pernah berkata maupun berlaku kasar kepada siapapun. Meskipun terhadap musuhnya sekalipun. Seperti dalam sebuah kisah yang menceritakan bahwa beginilah cara Nabi Muhammad memotong lidah seseorang

Dikisahkan bahwa Nabi Muhmmad sedang membagi-bagikan empat perlima harta atas barang rampasannya saat berperang. Kemudian Rasulullah mendapatkan sepertlima dari harta tersebut untuk dirinya sendiri dan keluarganya yang dikehendaki. Dari salah satu orang penerima yaitu Abbas tidak puas dengan apa yang ia terima tersebut.

Kemudian Abbas tersebut mengumpat Rasulullah dengan syair yang tidak mengenakan. Dan Rasulullah mendengar syair tersebut lalu tersenyum dan berkata “Bawa orang ini pergi dari sini dan potong lidahnya”.

Umar yang saat itu sedang marah karena kelakuan Abbas hampir saja menuruti perintah Rasulullah untuk memotong lidahnya, namun tiba-tiba Ali menyeret Abbas. Dan membawanya kelapangan dimana disana banyak binatang ternak yang dikumpulkan lalu Ali berkata “Ambillah sebanyak yang engkau mau”. Abbas terkejut Ali mengatakan hal itu padanya

Lalu Abbas berkata “Beginilah Rasulullah memotong lidahku?” Demi Allah aku takkan ambil harta itu seditpun”. Kata Abbas sambil menahan malu.

3. Sikap Rasul kepada hamba sahaya

Dalam sebuah kisah diceritakan bahwa ada segerombolan perampok yang menghadang Zaid dan ibunya. Mereka berniat untuk menculik Zaid. Dan akhirnya Zaid jatuh di tangan Hakim dan menghadiahkan Zaid kepada Khadijh yaitu istri Muhammad.

Ayah Zaid terus mencari Zaid yang telah hilang, kemudian ayahnya mengetahui bahwa ternyata Zaid berada di Makkah. Lalu ayahnya pergi ke Makkah untuk menjemput Zaid meskipun harus menebusnya. Setelah sampai ke Makkah, ayah Zaid bertemu dengan Rasulullah.

Rasulullah melihat ayah Zaid yang begitu sedih dan berduka membuat Rasulullah tersentuh. Kemudian Rasulullah membebaskan Zaid tanpa syarat. Meskipun begitu ternyata Zaid menolak untuk pergi dan berkata “Aku tidak akan pergi, aku lebih mencintain engkau daripada ayah dan ibu kandungku sendiri”.

4. Perilaku Rasul terhadap orang lain

Rasulullah terkenal dengan sifatnya yang lemah lembut kepada siapa saja. Bahkan beliau tidak pernah berkata kasar kepada siapapun meskipun dengan musuhnya. Seperti dalam kisah dibawah ini.

Pada suatu hari ada seorang laki-laki yang meminta untuk bertemu dengan Rasulullah kemudian Rasulullah berkata kepada istrinya tersebut yaitu Aisyah untuk mengizinkannya masuk. Rasulullah juga menyampaikan “Biarkan ia masuk, beliau terkenal orang yang paling buruk di kafilahnya”. Kemudian Aisyah mengizinkan laki-laki tersebut untuk masuk.

Akhirnya laki-laki tersebut masuk dan bertemu dengan Rasulullah. Lalu mereka saling berhadapan dan berbicara. Saat sedang berbicara, Rasulullah bertutur kata dengan ramah dan penuh perhatian. Sikap Rasul tersebut membuat istrinya Aisyah heran terhadap sikapnya lalu berkata :

Aisyah bertanya kepada Rasulullah, “Engkau menganggap orang itu kasar dan buruk namun mengapa engkau berbicara dengannya dengan ramah dan lemah-lembut serta rasa hormat?” kemudian Rasulullah menjawab :“Aisyah, pria itu adalah orang yang paling buruk di dunia ini karena ia tidak mau bergaul dengan orang lain karena ia mengaggap orang lain lebih buruk darinya.”

5. Tidak suka menyimpan harta dari rumah

Saat kesehatan Rasulullah semakin memburuk akibat sakit yang diderita. Rasulullah bertanya kepada istrinya yaitu Aisyah mengenai uang yang dititipkan kepadanya sebelum beliau sakit. Dengan suara yang parau, Rasulullah bertanya kepada Aisyah :

“Aisyah, dimana uang yang pernah kutitipkan padamu sebelum sakit?” tolong kau bagikan uang itu di jalan Allah. Karena aku akan malu bertemu Allah SWT yang dicintai,sedangkan dirumahnya masih ada timbunan dan simpanan uang”

Itu beberapa kisah teladan yang dapat kita tiru dari Nabi Muhammad SAW. Dari kisah tersebut kita dapat mengambil pelajaran bahwa dalam bersikap ataupun melakukan suatu hal harus dengan baik. Selain itu kisah tersebut mengajarkan kita untuk menjadi manusia yang lebih baik lagi.

Sifat Nabi Muhammad yang Wajib Ditiru

Kisah Teladan Nabi Muhammad SAW
Pixabay.com

Ada banyak sifat Rasulullah yang bisa kita tiru. Karena semua sifat yang dimiliki oleh Nabi Muhmmad itu sangatlah baik. Jadi kita sebagai umat Muslim harus dapat meneladani bahkan meniru sifat beliau. Sifat-sifat apa saja yang perlu kita tiru, yaitu antara lain:

1. Lemah lembut

Rasulullah terkenal dengan sikapnya yang lemah lembut terhadap siapapun. Meskipun beliau terlihat garang dan gagah dalam Medan perang. Namun ternyata dari sifatnya yang seperti itu beliau sebenarnya orang yang sangat lemah lembut.

2. Rendah hati

Sifat Nabi Muhammad yang wajib kita tiru adalah sifat rendah hati beliau. Karena biasanya banyak manusia lupa akan hal ini. Apalagi jika ia yang memiliki jabatan yang tinggi, pendidikan tinggi dll.

3. Penuh kasih sayang

Nabi Muhammad mempunyai kasih sayang yang besar terhdap siapapun terutama pada anak-anak, wanita maupun orang yang tidak mampu. Sifat ini juga yang menyebaban ia sukses dalam menyebarkan dakwahnya.

4. Tidak pernah membalas kejahatan dengan kejahatan

Rasulullah tidak pernah membals kejahatan dengan kejahatan. Bahkan saat ada yang berusaha menjahati beliau ia tetap bersikap baik kepada orang tersebut. sifat ini pula yang harus kita tiru dari Rasulullah.

5. Selalu tersenyum

Setiap bertemu dengan para sahabatnya atau siapapun, Nabi Muhammad senantiasa tersenyum padanya. Nabi Muhammad tidak pernah cemberut terhadap orang, beliau selalu tersenyum berseri terhadap siapapun.

Gallery for Kumpulan Kisah Teladan Nabi Muhammad SAW dan Para Sahabat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *