Ringkasan Kisah Nabi Adam dan Siti Hawa Lengkap

709 views

 

Kisah Nabi Adam
Pixabay.com

Kisah Nabi Adam Adam merupakan manusia pertama yang diciptakan Allah.SWT. Sebelum Allah menciptakan Adam, maka Allah telah lebih menciptakan alam semesta ini beserta dengan isinya. Selain itu Allah juga telah menciptkan beberapa makhluk seperti malaikat dan jin. Setelah Allah menciptakan semuanya maka Allah menciptakan Adam.

Awal Mula Adam Diciptakan

Adam diciptakan dari tanah liat kering yang berlumpur hitam. Kemudian Allah meniupkan roh kedalam diri Adam. Setelah selesai menciptakan nabi Adam, pada waktu itu juga malaikat dan jin tinggal di dalam surga. Begitupun dengan Adam, Allah menempatkan Adam juga ke dalam surga. Lalu Allah perintahkan seluruh makhluk untuk bersujud pada Adam.

Malaikat yang merupakan makhluk paling taat kepada Allah maka akan langsung segera melakukan perintah Allah. Malaikat langsung bersujud kepada Adam, lain halnya dengan iblis yang berasal dari jin. Jin sangat enggan bersujud kepada Adam karena menganggap bahwa dirinya jauh lebih baik daripada Adam.

Allah SWT menciptakan jin dari api sedangkan Adam hanya berasal dari tanah. Maka jin menganggap bahwa dirinya tidak pantas bersujud melainkan Adamlah yang bersujud kepadanya. Pembangkangan iblis ini merupakan salah satu sifat kesombongannya.

Kesombongan iblis tersebut memang benar-benar tidak terampuni dan sangat terlewat batas. Siapapun tidak pantas menyombongkan dirinya di dalam surga apalagi menentang dan melanggar perintah Allah. Maka Allah akan murka dan mengutuk iblis tersebut.

Iblis terkutuk tersebut menerima dan memohon kepada Allah agar ditangguhkan dan tidak akan pernah mati kecuali sampai manusia dibangkitkan dari Hari Kiamat. Lalu Allah mengabulkan permintaan iblis tersebut dan menjadikan iblis sebagai golongan jin yang hidup abadi namun jin juga akan di golongan sebagai golongan yang terhina dan terusir dari surga.

Iblis pun berjanji bahwa ia akan menyesatkan manusia dan jauh dari Allah. Iblis juga berjanji bahwa ia akan menggoda manusia dari segala arah sampai manusia tidak ada yang menaati Allah lagi. Lalu Allah berkata, bahwa iblis dan siapa saja nanti yang mengikutinya maka mereka akan mengisi neraka Jahanam.

Allah juga berjanji akan menjadi penjaga bagi siapa saja yang mengikuti petunjuk-petunjuk-Nya serta mengikhlaskan diri dalam beribadah kepada-Nya. Akhirnya iblis terusir dan menjadi sangat pendendam. Adan sendiri yang lantas mendiami surga, yang dimana ia takkan mengalami kelaparan, tidak akan haus, telanjang maupun ditimpa panas matahari.

Setelah beberapa lama tinggal disurga, Adam merasa kesepian meskipun ia bersama dengan malaikat. Atas kehendak Allah maka Adam mendapatkan pendamping atau istri di dalam surga.

Kemudian para malaikat bertanya kepada Adam, “Siapakah yang menjadi pendamping Adam tersebut??”. Adam pun atas ilham dari Allah Adam menjawab bahwa yang menjadi pendamping ia tersebut bernama Hawa.

Semenjak itu Adam dan Hawa pun mendiami surga tersebut dengan penuh kebahagiaan. Allah telah melimpahkan surga dengan segala hal yang dibutuhkan oleh Adam dan Hawa. Namun dari segala hal tersebut, terdapatlah salah satu pohon yang bernama pohon khuldi.

Sebab Diturunkannya Nabi Adam dan Hawa Di Bumi

Pohon khuldi merupakan pohon terlarang didekati oleh Adam dan Hawa. Allah pun memperingatkan kepada Adam dan Hawa untuk tidak mendekati pohon tersebut, sebab jika mereka mendekatinya maka akan celaka dan termasuk orang yang zalim jika mendekati dan memakan buahnya.

Adam dan Hawa hidup dengan nyaman dan tentram di surga. Suatu waktu datanglah syaitan penggoda. Syaitan mengatakan kepada Adam dan Hawa untuk mendekati pohon khuldi tersebut. Syaitan pun juga membujuk Adam dan Hawa untuk memakan buah khuldi tersebut. Dan akhirnya Adam dan Hawa tergoda dengan rayuan syitan dan memakan buah khuldi.

Setelah mereka memakan buah khuldi tersebut, maka tampak dan terbukalah aurat mereka berdua. Karena muncul rasa malu maka mereka dengan susah payah berusaha menutupi aurat yang tampak dan terbuka itu dengan dedaunan yang ada disekitarnya. Seketika Adam dan Hawa sadar akan kesalahan dan dosa mereka.

Larangan yang telah Allah peringatkan justru mereka langgar. Pohon  yang seharusnya tidak boleh mereka dekati ternyata menampakkan aurat mereka sendiri. Rasa penyesalan yang sangat besar muncul, dan Adam serta Hawa bertobat dan memohon ampun kepada Allah.

Awal Mula Adam Diangkat Menjadi Nabi

kisah nabi Adam diangkat jadi Nabi
Pixabay.com

Allah memang memaafkan Adam dan Hawa, namun Allah memberikan hukuman dan juga memerintahkan kepada Adam dan Hawa untuk pergi dari surga dan turun ke bumi. Dan akhirnya Adam dan Hawa menuruti perintah Allah untuk pergi dari surga dan turun ke bumi.

Dengan berbekal ilmu pengetahuan dan beberapa kalimat-kalimat dari Allah, maka Adam dan Hawa turun ke muka bumi. Saat Adam dan Hawa turun ke bumi mereka saling terpisah di dua tempat yang berbeda. Adam merasa sangat kehilangan Hawa dan terus mencari-cari keberadaan Hawa. Begitu pun dengan Hawa yang mencari-cari keberadaan Adam.

Dengan permukaan bumi yang begitu luas tersebut, mereka tak hentinya saling mencari terus menerus. Setelah terhitung selama kurang lebih 40 hari maka akhirnya mereka dapat saling bertemu di salah satu bukit di Jazirah Arab, yang kemudian disebut dengan nama Jabal Rahmah.

Berbagai macam rasa pun muncul seperti senang, sedih, bahagia, kasihan, dan rasa sayang, karena telah bersatu kembali seperti pada waktu di surga. Kemudian Allah jadikan Adam sebagai nabi pertama di bumi.

Kemudian Adam dan Hawa dikaruniai begitu banyak keturunan, hampir semua anak-anak Adam dan Hawa yang lahir adalah anak kembar, yaitu seorang anak laki-laki dan seorang anak perempuan. Setelah beberapa pasang anak Adam lahir, maka mereka hidup sesuai ajaran dan petunjuk dari Allah.

Nabi Adam mulai melakukan pengajaran kepada anak-anaknya untuk mengikuti perintah Allah. Selain itu Adam juga memperingatkan kepada anak-anaknya bahwa mereka mempunyai musuh yang nyata dan abadi yaitu syaitan yang terkutuk. Syaitan tidak pernah berhenti untuk mengajak keturunan Adam kepada kesesatan.

Waktu di bumi terus berlalu, Adam dan Hawa serta anak-anaknya terus menjalani perintah Allah. Ternyata anak kembar pertama dengan anak kembar kedua sudah beranjak dewasa. Anak kembar pertama bernama Qabil dan Iqlima sedangkan anak kembar kedua bernama Habil dan Labuda

Allah memerintahkan Adam untuk menikahkan anak-anak dari pasangan pertama dengn anak-anak dari pasanan kedua secara bersilang. Anak kembar tersebut bernama Qabil dengan Labuda dan Habil dengan Iqlima. Adam memberitahukan kepada anak-anaknya. Namun datanglah syaitan terkutuk dengan kepentingannya untuk menghasut.

Salah satu anak Adam yang bernama Qabil dengan memerintahkan dirinya untuk menikah dengan Labuda adalah kekeliruan. Qabil tidak mau melakukan hal tersebut, dan menuruti perintah Allah serta nabi Adam ayahnya. Qabil berkata bahwa ia pantas menikah dengn Iqlima. Syaitan ternyata sudah banyak mempengaruhi pikiran Qabil.

Kemudian nabi Adam meminta petunjuk Allah mengenai permasalahan anaknya tersebut. Allah mendengar doa Adam dan memberi petunjuk kepadanya untuk melakukan persembahan qur’ban. Siapa qur’bannya yang dipilih oleh Allah maka dialah yang pantas untuk menikah dengan Iqlima.

Qabil dan Habil mulai memperisiapkan persembahan qur;bannya. Kemudian nabi Adam lah yang menentukan hari persembahan. Ketika hari itu tiba, Qabil dan Habil diminta untuk menaruh persembahannya di puncak bukit. Tak lama kemudian Allah memberikan pilihan.

Di puncak bukit tersebut terlihat bahwa persembahan yang dipilih oleh Allah adalah milik Habil. Qurban yang dipilih tersebut adalah hewan qurban yang sangat besar dan sehat serta tidak ada cacat sekalipun. Sedangkan milik Qabil ditolak sebab persembahan yang diberikan berupa hasil pertanian berupa gandum yang jelek dan buah-buahan yang busuk.

Akhirny nabi Adam memutuskan bahwa Habil akan menikah dengan Iqlima. Qabil tetap belum bisa menerima keputusan tersebut, lalu muncullah rasa kecewa yang bertumpuk-tumpuk dalam dirinya dan menjadi dendam. Karena hasutan syaitan maka dirinya menjadi gelap.

Suatu hari, Qabil mengajak Habil pergi ke suatu tempat dan kemudian Qabil menjatuhkan tangan jahat pada Habil. Akhirnya Habil meninggal akibat dendam yang dipanas-panasi syaitan. Akhirnya Qabil gelisah, takut dan bingung, menjadilah ia orang yang celaka sepanjang dunia.

Akhirnya mayat Habil dikuburkannya karena terilhami seekor burung gagak. Sedangkan  Qabil pergi jauh tak tahu kemana. Sedangkan syaitan tertawa puas atas kemenangannya. Itu juga merupakan salah satu peristiwa pertama kali terjadinya pembunuhan di bumi.

Gallery for Ringkasan Kisah Nabi Adam dan Siti Hawa Lengkap

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *