Kisah Ali Bin Abi Thalib tentang Kebijakan Pemerintahannya

182 views

 

Kisah Ali Bin Abi Thalib tentang Kebijakan Pemerintahannya
Pixabay.com

Kisah Abi Bin Abi Thalib Ali bin Abi Thalib merupakan salah satu orang yang pertama kali memeluk agama Islam. Beliau juga merupakan Khalifah terakhir dari Khulafaur Rasyidin. Ali lahir sekitr 13 Rajab 23 Prahijrah / 599 M dan beliau wafat sekitar 19 Ramadhan 40 Hijrah / 661 M. Ali merupkan menantu dari Nabi Muhammad SAW.

Ali bin Abi Thalib dilahirkan di kota Makkah yaitu daerah Hijaz, Jazirah Arab. Dan menurut ahli sejarawan, bahwa Ali ini dilahirkan 10 tahun sebelum dimulainya kenabian Muhammad, yaitu sekitar 599 M. Dan dari kelahiran Ali tersebut banyak memberi hiburan kepada Nabi Muhammad. Sebab Nabi Muhammad tidak mempunyai anak laki-laki.

Uzur dan faqirnya bahwa keluarga Abu Thalib memberikan kesempatan kepada Nabi Muhammad beserta istrinya yaitu Khadijah untuk mengasuh Ali dan menjadikannya sebagai putra angkatnya. Hal ini juga merupakan suatu balas jasa kepada Abu Thalib yang telah mengasuh Nabi Muhammad sejak kecil hingga dewasa.

Kemudian Ali bin Abi Thalib akhirnya menjadi pemuda dewasa yang cerdas dan pintar. Di usia mudanya tersebut Ali sudah berperan penuh dalam dakwah Islam. Salah satu yang paling jelas yaitu beliau terlibat dalam Perang Al-Ahzab. Beliau juga yang mampu menembus benteng Khaibar. Sehingga Ali dijuluki sebagai pahlawan Islam yang pertama.

Ali ini memiliki perawakan yang sedang yaitu antara tinggi dan pendek, perutnya agak menonjol, pundaknya lebar, kedua lengannya berotot, seakan sedang mengendarai singa. Selain itu juga lehernya berisi, bulu jenggotnya lebat, matanya besar dan wajahnya tampan. Dan Ali memiliki kulit yang gelap, postur tubuhnya tegap, giginya bagus dan ringan langkah.

Keislaman Ali Bin Abi Thalib

Ali bin Abi Thalib merupakan pendahulu dari orang-orang yang juga masuk Islam. Ali bin Abi Thalib ini sebenarnya adalah orang yang nomor 2 masuk Islam setelah Khadijah yaitu istri dari Nabi Muhammad. Namun Ali ini belum berani menyatakan keislamannya tersebut, sedangkan untuk Abu Bakar ia berani menyatakannya keislamannya.

Ali bin Abi Thalib ini bersedia tidur di kamar Nabi Muhammad untuk mengelabui orang-orang Quraisy yang berniat untuk menggagalkan hijrah nabi. Beliau menampakkan seperti Nabi Muhammad yang tidur.

Hingga waktu menjelang pagi, akhirnya mereka baru mengetahui bahwa Ali yang tidur. Nabi Muhammad telah berhasil meloloskan diri ke Madinah bersama dengan Abu Bakar.

Setelah masa hijrah dan tinggal di Madinah, kemudian Ali dinikahkan dengan putri kesayangan dari Nabi Muhammad yaitu Fatimah Az-zahra, yang banyak dinanti oleh para pemuda. Nabi Muhammad menimbang Ali yang paling tepat dalam banyak hal seperti keluarga yang serumpu yaitu Bani Hasyim, yang paling dulu percaya kenabian Muhammad.

Selain itu juga yang selalu belajar di bawah Nabi Muhammad serta banyak hal lainnya. pernah suatu kali Ali sedang tidur. Lalu bagian atas pakaiannya tersikap dan debu mengotori punggungnya. Melihat hal itu, Nabi Muhammad pun lalu duduk dan membersihkan punggung Ali sambil berkata : “Duduklah wahai Abu Turab duduklah!”

Abu turab yang dimaksud disini adalah debu atau tanah dalam bahasa arab. Dan julukan itu paling disukai oleh Ali.

Setelah beberapa saat menikah dengan Fatimah yaitu putri dari Nabi Muhammad, maka pecahlah perang Badar. Perang ini merupakan perang yang pertama kali dalam sejarah Islam. Di perang ini Ali benar-benar menjadi pahlawan sebagaimana Hamzah yaitu paman dari Nabi Muhammad SAW.

Di perang Badar ini banyak orang-orang Quraisy Makkah yang tewas ditangan Ali dalam perselisihan tersebut. diperkirakan bahwa ada sekitar 36 musuh yang tewas diujung pedang Ali. Sehingg semua sepakat bahwa Ali dijadikan sebagai bintang lapangan dalam usianya yang masih muda yaitu sekitar 25 tahun.

Pemgorbanan Dan Keberanian Ali Bin bi Thalib

Ali bin Abi Thalib ini merupakan salah seorang sahabat Nabi Muhammad yang mempunyai pengetahuan luas, akalnya cerdas dan fasih, zuhud serta tekun dalam melakukan ibadah. Di samping itu, beliau juga terkenal sebagai sahabat yang pemberani. Bahkan keberaniannya tersebut sudah tampak sejak awal pertumbuhan Islam di Makkah.

Pengorbanan dan keberanian Ali ini tampak sejak ia mau menggantikan tidur Nabi Muhammad. Pada waktu itu Nabi Muhammad melaksanakan hijrahnya ke Yatsrib yaitu Madinah. Pada saat itu kaum Quraisy sedang berkumpul dengan tujuan untuk membunuh Rasulullah.

Meskipun Ali juga sadar bahwa apa yang dilakukannya tersebut sangat membahayakan dirinya. Namun Ali tetap tegar, tidak takut sama sekali dan bahkan beliau sangat bangga karena telah mendapatkan tugas suci yaitu melindungi diri Nabi Muhammad.

Seluruh peperangan besar pada masa Rasulullah selalu diikuti oleh Ali bin Abi Thalib. Kecuali hanya pada perang Tabuk, Ali memang sengaja tidak diikutsertakan oleh Rasulullah sebab ia diberi tugas khusus oleh beliau yaitu untuk menjaga dan mengurusi penduduk Madinah.

Kekhalifahan Ali Bin Abi Thalib

Kisah Ali Bin Abi Thalib
Pixabay.com

Peristiwa pembunuhan terhadap Utsman bin Affn ini mengakibatkan menyebabkan kegentingan diseluruh dunia Islam yang pada waktu itu sudah membentang dari Persia sampai Afrika Utara.

Seorang pemberontak yang menguasai Madinah, tidak mempunyai pillihan lain selian Ali bin Abi Thalib sebagai Khalifah. Dan pada waktu itu Ali berusaha untuk menolak, namun Zubir bin Awwam dan Thalhah bin Ubaidillah memaksa Ali, sehingga Ali menerima bai’at mereka.

Sehingga Ali dijadikan satu-satunya khalifah yang dibai’at secara massal, karena khalifah sebelumnya melalui cara yang berbeda-beda.

Ali akhirnya dibai’at oleh kaum Muslimin pada tahun 35 H yaitu sekitar 650 M. Ali menjadi khalifah ke-4, dan ia memerintah selama 5 tahun. Pada masa pemerinth Ali bin Abi bin Thalib untuk pertama kalinya perang saudara antar umat Muslim perang Jamal terjadi pada tahun 36 H atau 657 M.

Kebijakan Ali Bin Abi Thalib

  1. Perluasan wilayah Islamiyah

Perluasan pada masa Ali bin Abi Thalib lebih kepada kelanjutan dari perluasan khalifah sebelumnya. Pada masa kekhalifahan Ali bin Abi Thalib tidak banyak daerah yang dikuasai, namun juga dapat menguasai daerah singgah yang terletak dibagian barat India.

  1. Pembangunaan kota

Pada masa khalifah Ali bin Abi Thalib, kota Kuffah mengalami renovasi yang cukup drastis. Pembangunan dan pembenahan kota tersebut, selain untuk digunakan sebagai pusat aktivitas pemerintah. Tempat tersebut juga digunakan sebgai dakwah Islam dan menuntut ilmu seperti ilmu hadits, tafsir, ilmu bahasa dll.

  1. Perkembangan ilmu pengetahuan

Khalifah Ali bin Abi Thalib selain dikenal sebagai pemimpin yang arif dan bijaksana. Beliau juga dikenal sebagai pembina yang menyusun dasar-dasar ilmu nahwu. Beliau memiliki seorang murid yang cerdas yaitu Aswad Ad-Duwaili. Untuk meluruskan bacaan dan memudahkan pemahaman terhadap AL-Qur’an dan Hadits.

Wafatnya Ali Bin Abi Thalib

Sejak wafatnya Utsman bin Affan maka muncullah beberapa fitnah yang melanda kaum Muslimin. Oleh sebab itu masa Ali bin Abi Tahliblah adalah masa yang sulit. Sehingga pada masa khalifah Ali muncul pemberontk dimana-mana.

Penduduk yang tidak patuh pada kebijakan Ali bin Abi Thalib menyebarkan isu dan fitnah yang dapat membangkitkan kemarahan umat Islam. Mereka mengatakan berdasarkan dua orang penengah telah menetapkan, bahwa yang seharusnya yang menjadi Khalifah adalah Muawiyah dan bukannya Ali.

Ali bin Ali Thalib ini wafat pada hari Ahad yaitu tanggal 19 Ramadhan thun 40 H, dalam usia beliau yaitu 63 tahun. Setelah memangku jabatan selama 5 tahun. Jenazah Ali dimakamkan di Kuffah setelah dimandikan oleh putra-putranya, yaitu Hasan, Husain serta keponakannya yaitu Abdullah bin Ja’far.

Setelah wafatnya Ali bin Abi thalib, maka berakhir pula Khulafaur Rasyidin dan kemudian berdirilah Daulah Umawiyah. Dan semenjak itu, pemerintah berubah menjadi sistem kerajaan dengan kepala negara diangkat turun temurun.

Gallery for Kisah Ali Bin Abi Thalib tentang Kebijakan Pemerintahannya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *