Benda Peninggalan Nabi Muhammad di Turki

254 views

 

Benda Peninggalan Nabi Muhammad di Turki
http://kota-islam.blogspot.co.id/

Peninggalan Nabi Muhammad Nabi Muhammad merupakan salah satu orang yang masuk dalam daftar 100 orang terpenting dalam versi Michael Hart. Beliau merupakan orang pertama yang terpenting dalam daftar tersebut. Memang tidak heran jika beliau menjadi orang terpenting nomor satu, sebab sosok beliau yang begitu sempurna dalam segala hal.

Meskipun beliau hanya seorang manusia biasa seperti kita, namun beliau memiliki akhlak yang sangat santun. Selain itu beliau juga seorang pemimpin besar yang pencapaiannya luar biasa. Bagi setiap orang Muslim pasti mereka menganggap bahwa Nabi Muhammad adalah panutan dan suri tauladan yang paling baik. Dan memang itu benar.

Peninggalan Nabi Muhammad

Setiap ajaran yang dibawa beliau sangatlah bermanfaat pada hidup kita, dengan ajarannya tersebut pula yang nantinya akan menyelamat kita pada hari kiamat dan akhirat kelak. Apapun yang beliau lakukan, maka sebisa kita juga melakukannya, sebagai tanda bukti cinta kita kepada beliau dan disamping berpahala juga.

Untuk mempelajari sosok Nabi Muhamamad sendiri itu kita dapat melakukannya dengan berbagai cara, misalnya dengan mempelajari peninggalan-peninggalan yang beliau tinggalkan. Banyak peninggalan yang beliau tinggal dan semua peninggalan tersebut masih tersimpan dengan baik. Beberapa peninggalannya tersebut tersimpan dengan baik di Turki.

Sebenarnya peninggalan apa saja yang ditinggalan oleh beliau?? Ada beberapa peninggalan yang beliau tinggalkan, yaitu diantaranya adalah :

  1. Baju yang sering dipakai Nabi Muhammad
  2. Sendal yang selalu menemai langkah Rasulullah
  3. Sehelai jenggot Nabi Muhammad
  4. Pedang milik Nabi Muhammad
  5. Surat untuk Raja Najashi
  6. Beberapa helai rambut Nabi Muhammad
  7. Baju gamis
  8. Turban hijau

Itu beberapa peninggalan Nabi Muhammad SAW yang masih tersimpan dengan baik di Turki dan juga pada negara Pakistan. Peninggalan Nabi Muhammad tersebut adalah sesuatu yang sering digunakan oleh Nabi Muhammad pada saat dakwah, berperang ataupun kegiatan sehari-hari beliau.

Tentu dengan melihat peninggalan-peninggalan Nabi Muhammad tersebut, pasti hati kita serasa bergetar. Dan dari peninggalan-peninggalan Nabi Muhammad juga kita bisa belajar bagaimana kehidupan Nabi Muhammad sebenarnya. Dengan kita banyak mempelajari peninggalan beliau maka semakin dekat pula kita dengan beliau.

Kisah Peninggalan Nabi Muhammad

Pada tanggal 2 Juni 2017 sebuah antrean panjang menggular didepan Masjid Hirka-i-Serif yang ingin masuk Area Topkopi, di Istambul Turki. Banyak para pengunjung dari berbagai belahan dunia. Para pengunjung tersebut merasa tak sabar untuk melihat dengan kepala mata sendiri jubah dari Nabi Muhammad.

Dalam kisah peninggalan Nabi Muhammad tersebut, ada beberapa versinya. Dari sejumlah berpindah tangan hingga akhirnya kini tersimpan rapi di Topkopi. Versi tersebut dimulai dari dimulai dari perjalanan Nabi Muhammad ke Madinah.

Verisi pertama perjalanan kisah jubah Nabi Muhammad tersebut bermula dari saat Nabi Muhammad kembali dari Madinah. Saat kembali di Madinah beliau menyampaikan kepada sahabatnya agar jubahnya akan diwariskan kepada Uwais usai dirinya meninggal. Beliau mewariskan jubahnya tersebut sebab beliau tertarik dengan perjuangan Uwais.

Setelah beberapa saat NabiMuhammad meninggal yaitu pada tanggal 8 Juni 632. Akhirnya jubah beliau dikirimkan oleh para sahabat nabi langsung ke rumah Uwais yaitu berada di Yaman.

Pada tahun 567 terjadilah perang Siffin, pada waktu itu Uwais ikut mengangkat senjata untuk membela kekhalifahan Ali bin Abu Thalib. Yaitu pada saat itu sedang melawan Muawiyah ibnu Abu Sufyan. Dalam pertempuran tersebut akhirnya Uwais meninggal dunia. Karena ia tak punya anak, maka jubah yang diberikan Nabi Muhammad tersebut dijaga oleh keluarganya yang lain secara turun temurun.

Pada masa kekuasaan Kesultanan Utsmaniyyah Sultan Ahmed I yaitu pada tahun 1611. Beliau membawa jubah tersebut ke Istambul dari kuasadari, yaitu di bagian barat Turki. Disanalah dari keturunan Uwais al-Qarni menjaganya dengan baik.

Lalu pada tahun 1852 sultan Abdul Majid membangun sebuah Masjid Hirka-i-Serif di distrik Fatih. Beliau membangun Masjid tersebut agar jubah berharga milik Nabi Muhammad tersebut bisa tersimpan dalam kondisi yang lebih baik dan aman.

Menurut Kamil Yilmaz, ada dua kunci untuk masuk keruangan jubah tersebut. satu dipegang oleh pendiri Masjid atau yayasan pengurus Masjid tersebut. Kedua dipegang oleh keturunan Uwais. Namun sekarang Kepala penjaga jubah Muhammad kini ada di tangah Basir Samir, keturunan Uwais ke-59.

Versi kedua ditulis dalam sebuah buku yang judulnya panjang yaitu The Harem: an Account of the Institution as It Existed in the Palace of the Turkish Sultans, With a History of the Grand Seraglio From Its Foundation to the Present Time, karya Norman Mosley Panzer. Dalam bukunya tersebut diceritakan bahwa setelah Nabi Muhammad meninggal maka beliau memberikan jubahnya tersebut pada salah satu sahabatnya yang bernama Ka’ab ibu Zuhair.

Ka’ab ibu Zuhair ini dikenal sebagai penyair arab. Ia menulis kasidah berisi pujian pada sang nabi yang bertajuk Banat Su’ad dan ini merupakan puisi pujaan kepada Rasullluah yang pertama. Ia membacakannya di depan Muhammad setelah masuk Islam. Diceritakan Muhammad amat tersentuh dengan karya dan pujian Ka’ab, sehingga ia menghadiahkan jubahnya kepada Ka’ab.

Kemudian anak Ka’ab tersebut menjual jubah tersebut kepada Muawiyah pertama. Setelah Umayyah runtuh maka jubah tersebut kemudian berpindah ke Baghdad. Kemudian berganti lagi ke Dinasti Mamluk di Kairo, Mesir. Dan yang terakhir jubah dipindahkan ke  Sultan Selim I, penguasa Dinasti Utsmaniyah, yang pada 1595 memindahkannya ke Istana Topkapi.

Selain kisah dari jubah Nabi Muhammad tersebut masih banyak kiah peninggalan Nabi Muhammad yaitu seperti pada tahun 1999 lalu, dilaporkan bahwa sehelai rambut Muhammad dicuri oleh salah satu kriminal yang sampai sekarang masih belum diketahui identitasnya. Namun anehnya barang tersebut kembali lagi ke asalnya sehari setelah pencuriannya tersebut.

Kisah lain dari sehelai rambut Nabi Muhammad tersebut adalah panji. Panji suci milik Nabi Muhammad tersebut juga disimpan di Istana Topkopi. Dalam kisah ini pula juga merujuk pada catatan Norman Mosley, yaitu memiliki dua versi.

Versi pertama dari peninggaalan ini adalah diyakini bahwa panji ini berasal dari kain yng dipasang di pintu masuk Aisyah. Sedangkan versi duanya bahwa panji tersebut berasal dari sorban Buraydag ibnu a-Khasib. Ia adalah musuh yang diperintahkan untuk membunuh Muhammad.

Peninggalan-peninggalan Lain Nabi Muhammad

PENINGGALAN Nabi Muhammad SAW
https://fainhusna.wordpress.com

Ada banyak peninggalan yang Nabi Muhammad tinggalkan sebelum beliau meninggal. Selain 10 peninggalan Nabi Muhammad diatas tersebut. Masih ada beberapa peninggalan nabi yang bisa kamu ketahui, yaitu antara lain :

1. Gigi dan rambut

Digunung Uhud ditemukan 2 gigi yang diduga itu adalah gigi dari Nabi Muhammad. Dan ini merupakan 4 gigi nabi yang tanggal ketika melakukan perang uhud. Kemudian ditemukan beberapa rambut dan janggut.

2. Jubah dan sandal

Konon jubah ini diberikan Nabi ke Uwaish Alkharani karena iba yang malu bertemu karena merasa kaum kecil. Sandal nabi juga terpajang di museum yang sama yaitu di Turki.

3. Kumpulan surat

Peninggalan berupa kumpulan surat yang ditujukan ke pemimpin dunia untuk memeluk Agama Islam. Terdapat 43 surat, yang salah satunya ditujukan ke Uskup terpandang di Romawi yakni Dhugathir.

4. Pohon tua sahabi

Pohon ini menjadi saksi pertemuan Nabi dengan Pendeta Bahira, yang meramalkan tentang nabi terakhir.

5. Pedang

Sembilan pedang yang dipakai untuk berdakwah dan perang ini masih tersimpan dengan baik di Turki.

Gallery for Benda Peninggalan Nabi Muhammad di Turki

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *