Dibalik Arti Insya Allah yang Sering Disalahgunakan

222 views

 

Dibalik Arti Insya Allah yang Sering Disalahgunakan
Pixabay.com

Arti Insya Allah Kata insya Allah sering kali kita gunakan, bahkan tiap hari pasti kita sering mengatakan hal itu. Tidak hanya kita saja yang menggunakannya, beberapa orang juga sering mengatakan hal itu kepada teman, sahabat, saudara, keluarga atau siapapun. Namun tahukah kalian arti dari kata insya Allah tersebut??

Biasanya kita menggunakan kata insya Allah ketika kita sedang berjanji atau ketika seseorang berharap kepada kita agar kita bisa melakukan apa yang mereka inginkan. Dalam konteks ini, terkadang mungkin saja kita tidak selalu bisa tepat dan janji dan menuruti apa keinginan orang lain.

Maka untuk menghindari hal yang tidak baik seperti berbohong atau bersalah terhadap orang lain yang akhirnya membuat kecewa dan sedih. Maka dalam hal ini kata insya Allah dapat membantu kita menyelamatkan dari ikatan perjanjian yang sebenarnya bisa saja kita menolaknya, namun sedikit lebih halus.

Arti Kata Insya Allah

Ketika ada seseorang yang mungkin mengajak kita pergi untuk menonton atau mengajak kita untuk melakukan sesuatu, namun sebenarnya kita tidak dapat melakukannya. Dan kita merasa tidak nyaman atau tidak enak jika harus menolaknya. Maka penolakan terbaik adalah dengan mengatakan Insya Allah.

Kata insya Allah adalah kata yang dapat diartikan kedalam dua hal, yaitu yang pertama sebuah kata yang digunakan untuk menolak sesuatu dengan cara halus, kedua yaitu sebuah kata yang menunjukkan akan melakukan sesuatu melainkan tidak sekarang bisa saja besok, atau beberapa hari kemudian.

Namun sebenarnya apa sih arti dari kata Insya Allah tersebut?? Untuk lebih jelasnya, perhatikan penjelasan dibawah ini.

Kata insya Allah memiliki beberapa arti atau makna yang mungkin belum kita ketahui sebelumnya. Ada beberapa arti dari kata insya Allah tersebut, yaitu antara lain adalah :

  1. Arti kata insya Allah yang pertama yaitu bahwa dalam diri manusia mempunyai suatu sifat ketergantungan yang tinggi terhadap suatu rencana dan ketentuan Allah SWT (Tauhid).
  2. Arti kata insya Allah yang kedua adalah mencoba untuk menghindari sifat sombong, karena kesuksesan, serta keberhasilan yang diraih, baik dalam hal kekayaan, politik, keilmuan, status sosial dan lain sebagainya itu berasal dari Allah.
  3. Arti kata insya Allah yang ketiga adalah menunjukkan suatu sifat ketawadhuan atau sifat rendah hati bahwa manusia memiliki sifat keterbatasan diri dalam melakukan dan mengerjakan segala sesuatunya. Baik itu dihadapan manusia maupun pada hadapan Allah SWT.
  4. Arti insya Allah yang keempat adalah bermakna optimisme akan hari esok yang lebih baik lagi.

Itu beberapa arti atau makna dari kata insya Allah yang sebenarnya. Mungkin sekarang Anda sudah lebih tahu tentang arti dari kata yang sering kita ucapkan tersebut. Oleh karena kita sudah mengetahuinya, maka kita harus berhati-hati dalam menggunakan kata tersebut.

Dosa Mempermainkan Kata Insya Allah

Arti Insya Allah
konsultasisyariah.com

Ada beberapa orang yang justru menggunakan kata insya Allah secara sembarangan. Kita tidak boleh mempermainkan kata insya Allah. Sebab hal ini merupakan suatu perbuatan yang berdosa. Kata insya Allah sering dijadikan sebagai tameng untuk mengelabui atau memerdaya orang lain atau dijadikan sebagai dalih untuk melepaskan diri dari suatu tanggung jawab.

Dalam hal ini Allah melarangnya, dan siapapun yang melakukannya akan mendapat dosa. Ada beberapa dosa bagi orang yang mempermainkan kata insya Allah. Dosa tersebut antara lain adalah:

  1. Dosa yang pertama yaitu mereka telah menipu dengan menggunakan Dzat Allah SWT.
  2. Dosa yang kedua yaitu mereka sama saja telah menipu diri mereka sendiri, karena sesungguhnya mereka enggan untuk menepatinya. Kecuali hanya sekedar untuk menjaga relasi hubungan baik semata dengan teman atau rekan relasi dan kawan

Itu beberapa dosa jika kita mempermainkan kata insya Allah. Jika kita mengatakan kata insya Allah harus juga didasari dengan sifat yang sungguh-sungguh untuk melakukannya. Jangan hanya berkata saja lalu tidak peduli dengan apa yang diucapkannya tersebut. Hal ini sama saja Anda sedang mempermainkannya dan perbuatan ini merupakan suatu perbuatan dosa.

Dibalik Makna Insya Allah yang Disalah Pahami

Kata insya Allah sering kita ucapkan untuk janji yang potensial kita langgar, komitmen tidak teguh, atau harapan yang tidak pasti. Itu banyak sekali kita jumpai, bukan berarti semua itu tepat. Namun ini merupakan suatu kekeliruan yang sudah menjadi hal biasa dalam lingkungan kita. Seperti dalam surah Al-Kahfi mengatakan :

وَلا تَقُولَنَّ لِشَيْءٍ إِنِّي فَاعِلٌ ذَلِكَ غَدًا . إِلّا أَنْ يَشَاءَ الله

artinya : “Dan janganlah engkau mengatakan tentang sesuatu, ‘Aku akan melakukannya besok.’ Kecuali jika Allah menghendaki atau mengucapkan insyaallah.”

Dengan hal ini kita dapat mengetahui bahwa sebenarnya kata insya Allah bersumber dari Al-Qur’an. Jadi secara literal ia berarti “jika Allah menghendaki”. Ayat ini mengandung arti sebagai pendidikan bagi pengucapnya, soal pentingnya sikap rendah hati. Tidak terlalu mengandalkan kemampuan diri sendiri, dan sadar bahwa ada kemampuan yang lebih besar dari dirinya.

Mengeucapkan kata insya Allah juga memiliki makna sebagai bentuk keinsyafan bahwa dibalik suatu kejadian pasti ada Sang Penentu. Tidak semua apa yang kita inginkn dan butuhkan dapat terwujud. Seluruhnya bersifat tidak pasti, dan karena hal itulah manusia dituntuk untuk selalu beriktiar.

Kata insya Allah merupakan suatu wujud pengakuan atas kelemahan diri kita kepada Allah SWT. Dalam hal lain kita juga harus bekerja keras karena proses yang dicapainya belum menenukan kejelasan hasil.

Manusia memang tidak diperbolehkan untuk melakukan suatu rencana terlebih dahulu, karena hal itu merupakan salah satu sifat keangkuhan. Karena pada dasarnya manusia tidak mutlak menggunakan dirinya sendiri. Sebagai seorang makhluk Allah, ia membutuhkan penciptanya. Seberapa besar seseorang melakukannya, namun tetap level kita berada pada iktiar.

Allah telah menganugerahkan manusia sebuah akal, pikiran, nurani, tenaga dan segenap kemampuan lainnya. Semua itu merupakan modal dan tanggung jawab kita untuk dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Islam mengajarkan kepada umatnya untuk berusaha, menyusun suatu rencana dan mempersiapkan diri. Selebihnya tawakal dan berserah diri pada Allah.

Seperti dalam surah Ar-Ra’du yang menjelaskan :

إِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ

artinya : “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sampai mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri (QS. Ar-Ra’du: 11)

Ayat lain menyebutkan:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ
Artinya : “Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah, dan hendaknya setiap pribadi memerhatikan apa yang dia persiapkan untuk hari esok, dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Maha Teliti terhadap apa yang kamu kerjakan. (QS Al-Hasyr: 18)

Tawakal adalah sikap yang muncul dari kesadaran manusia atas dirinya yang dla‘îf di hadapan Rabb. Menggantungkan keputusan final kepada Sang Pencipta selepas daya upaya dikerahkan secara maksimal.

Sikap inilah yang membuatnya selalu merasa penting untuk berdoa, memohon pertolongan dan petunjuk sehingga kehendak yang dirumuskannya diridlai dan dikabulkan Allah subhânahu wata‘âla. Dan bilapun tak terkabul, juga tak lantas menyesali diri sendiri karena sejak awal memang sudah memasrahkan hasil bukan kepada diri sendiri.

Gallery for Dibalik Arti Insya Allah yang Sering Disalahgunakan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *