Kisah Umar Bin Khattab Menjadi Khalifah

249 views
Kisah Umar Bin Khatab – Nama asli dari Umar bin Khattab adalah Umar bin Khattab bin Nafail bin Abdul Uzza. Umar bin Khattab ini juga merupakan salah satu sahabat Nabi
Pixabay.com

Kisah Umar Bin Khatab Nama asli dari Umar bin Khattab adalah Umar bin Khattab bin Nafail bin Abdul Uzza. Umar bin Khattab ini juga merupakan salah satu sahabat Nabi Muhammad, beliau juga menjadi khalifah kedua Islam yaitu dari tahun 634-644 M. Umar bin Khattab ini merupakan salah diantara 4 yang diberi petunjuk.

Umar bin Khattab dilahirkan di kota Makkah yaitu dari suku Bani Adi, yang merupakan salah satu rumpun suku Quraisy. Ayah Umar bin Khatab bernama  Khattab bin Nufail As-Shimh Al-Quraisy dan ibunya bernama Hantamah binti Hasyim. Umar tersebut memiliki sebuah julukan yang diberikan oleh Nabi Muhammad, julukan tersebut adalah Al-Faruq.

Al-Faruq memiliki arti sebagai orang yang bisa memisahkan antara kebenaran dan kebatilan. Umar bin Khattab terkenal dengan fisiknya yang kuat. Beliau juga memiliki sifat tawadhu kepada Allah. Kehidupan Umar sangatlah sederhana, baik dari makannya maupun cara pakaiannya.

Pengangkatan Umar bin Khattab

Berselang beberapa hari wafatnya Abu Bakar Ash-Shidiq, beliau berfikir siapakah yang akan menggantikan dirinya kelak. Kemudian ia berfikir bahwa hal ini tidak bisa diserahkan oleh kaum Muslimin begitu saja.

Sebab jika diserahkan kepada kaum Muslimin, justru hal ini akan menimbulkan perselisihan yang lebih parah dibandingkan dengan masanya dulu. Untuk lebih meringankan bebannya maka Abu Bakar meminta kepada beberapa sahabat Muhajirin dan Anshar seperti Abdurrahman bin Auf, Usman bin Affan, Ali bin Abi Thalib, Usaid bin Khudair dan lainnya.

Pada saat Abu Bakar mencalonkan Umar bin Khattab, sebagian dari mereka menolak dan tidak setuju. Namun setelah sudah dijelaskan duduk persoalannya terebut, akhirnya mereka semua sepakat menerima Umar bin Khattab sebagai Khalifah pengganti Abu Bakar.

Akhirnya Umar bin Khattab menjadi khalifah selama 10 tahun 6 bulan yaitu mulai tahun 13 H sampai dengan 23 H, atau 634-644 M.

Masa Kekhalifahan Umar Bin Khattab

Selama pemerintahan Umar bin Khattab, kekuasaan Islam tumbuh dan berkembang sangat pesat. Islam dapat mengambil alih daerah Mesopotamia dan sebagian daerah Persia dari tangan dinasti Sassanid dari Persia serta mengambil alih daerah Mesir, Palestina, Syria, Afrika Utara dan Armenia dari kekaisaran Romawi.

Pada saat itu ada dua negara adidaya yaitu antara lain adalah negara Persia dan Romawi. Namun kedua negara tersebut telah ditaklukkan oleh kekhalifahan Islam di bawah pimpinan Umar bin Khattab. Peristiwa ini tercatat sebagai suatu peristiwa pertempuran yang besar.

Pada tahun 637 M, setelah melakukan pengepungan yang lama pada daerah Yerusalem, pasukan Islam akhirnya mengambil alih kota tersebut. Umar bin Khattab diberikan sebuah kunci oleh pendeta Sophronius untuk memasuki kota tersebut. Dan beliau juga diundang untuk melakukan sholat di dalam gereja.

Namun Umar lebih memilih untuk melakukan sholat di tempat lain agar tidak membahayakan gereja tersebut. Setelah 55 tahun kemudian, Masjid Umar kemudian didirikan di tempat ia melakukan sholat.

Umar banyak melakukan reformasi secara administrasi dan mengontrolnya dari dekat kebijakan publik. Beliau juga membangun sebuah sistem administrasi bagi daerah yang baru ditaklukkannya. Beliau juga meminta diadakannya sensus di seluruh wilayah kekuasaan Islam.

Pada sekitar tahun ke 17 Hijriyah, tepat dengan tahun keempat kekhalifahannya, Umar mengeluarkan keputusan bahwa penanggalan Islam hendaknya mulai dihitung saat peristiwa hijrah.

Selain membebaskan wilayah-wilayah di sekitar Jazirah Arab dari penindasan Romawi dan Persia. Umar bin Khattab juga berhasil membangun pemerintah berdasarkan sendi-sendi Islamiah. Ada beberapa jasa Umar bin Khattab yaitu antara lain :

  1. Menghidupkan sholat sunnah tarawaih secara berjamaah
  2. Menetapkan kalender Hijriyah
  3. Mendirikan Baitul Mal
  4. Membagi wilayah kekuasaan menjadi dua bagian yaitu wilayah pemerintahan pusat dan propinsi
  5. Membentuk dewan-dewan yang membantu kelancaran pemerintahan

Keistimewaan Umar bin Khattab

Kisah Umar Bin Khattab
Pixabay.com

Umar bin Khattab ini memiliki beberapa keistimewaan yang dapat kita tiru dan teladani. Keistimewaan tersebut adalah :

1. Kuat dan pemberani

Umar bin Khattab adalah orang yang kuat dan pemberani. Ketika seluruh sahabat pergi hijrah ke Madinah dengan sembunyi-sembunyi, tetapi justru Umat menampakkan keberangkatannya, bahkan menantang orang-orang kafir di Makkah.

2. Zuhud dan sederhana

Umar senantiasa memakai pakaian sederhana, tidak tamak terhadap harta ketika menjadi Khalifah, tidak memakai layaknya seorang pemimpin yang agung. Penampilannya tersebut tidak berbeda dengan rakyatnya.

3. Setan enggan berpapasan dengan Umar

Rasulullah bersabda yaitu : “Tidaklah setan melihatmu sedang berjalan disebuah jalan, kecuali ia berjalan di jalan lain yang berbeda dengan jalanmu itu”.

4. Termasuk sahabat yang dijamin Allah masuk jannah

Wafatnya Umar bin Khattab

Sepulang dari menunaikan Haji yaitu pada tahun 23 H, Umar bin Khattab berdoa : “Ya Allah, aku memohon Engkau agar aku dapat mati syahid di jalan-Mu dan wafat di bumi Rasul-Mu. Dan akhirnya Allah mengabulkan doa Umar tersebut.

Saat Umar ingin melakukan sholat subuh di Mihrab pada hari Rabu tanggal 23 Dzulhijjah tahun 23 H, beliau ditikam oleh seorang Majusi yang bernam Abu Lu’luah atau Fairuz yang berasal dari Persia.

Fairuz merupakan salah seorang pelayan Al Mughirah bin Syu’aib. Umar bin Khattab ditikam sebanyak 3 sampai enam kali tusukan, dan salah satunya dibawah pusar, dengan menggunakan badik berujung dua yang dimana sudah ia berikan racun sebelumnnya. Dalam keadaan seperti itu Umar berseru : “Tangkaplah anjing itu! Ia telah membunuhku”.

Dengan darah yang tetap mengalir, Umar bin Khattab dibawa ke rumahnya sebelum matahari terbit. Terkadang beliau pingsan namun kemudian sadarkan diri lagi. Sementara di masjid, sholat jamaah diteruskan dengan diimani oleh Abdurahman bin Auf. Keterangan dari tabib yang merawat Umar, racun yang berada ditubuh Umar sudah menjalar ke seluruh tubuh.

Saat diingatkan akan sholatnya, Umar pun berkata : “Oh ya, tidak ada keislaman lagi barangsiapa yang meninggalkannya”. Setelah itu beliau melaksanakan sholat subuh. Setelah selesai melaksanakan sholat. Kemudian Umar bertanya kepada sahabat sekitarnya : “Siapakah yang telah menikamku”.

Maka salah satu dari sahabat menjawab, “Abu Lu’luah Al-Majusi, pelayan Mughirah bin Syu”bah”. Mendengar hal itu justru Umar berkata, “Alhamdulillah, yang menjadikan wafatku adalah orang yang mengaku beriman tapi tidak pernah bersujud kepada Allah”.

Sebelum menghenbuskan nafas terkhirnya, Umar telah menyerahkan jabatannya kepada tujuh orang yang sudah ditinggalkan Rasulullah dan diridhai. Karena wara’nya, Umar tidak menunjuk anak pamannya dan adaik iparnya sendiri.

Ketujuh orang tersebut adalah Utsman bin Affan, Ali bin Abi Thalib, Thalhah bin Ubaidah, Zubair bin Awwam, Sa’ad bin Abi Waqash, Abdurahman bin Auf, dan anak Umar.

Tiga hari setelah penikaman tersebut, Umar bin Khattab masih dapat bertahan hidup. Namun setelah itu, beliau wafat pada usia yaitu 63 tahun. Umar bin Khatab menjabat sebagai khalifah selama 10 tahun 6 bulan 3 hari. Atas persetujuan Aisyah. Jenazah Umar bin Khattab dikuburkan di rumah Rasulullah, sejajar dengan makam Rasulullah.

Gallery for Kisah Umar Bin Khattab Menjadi Khalifah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.