Kisah Nabi Musa dan Firaun Membelah Laut

133 views

 

Kisah Nabi Musa dan Firaun Membelah Laut
Pixabay.com

Kisah Nabi Musa Nabi Musa as merupakan anak laki-laki Imran bin Yash-har, dan beliau juga merupakan saudara dari Nabi Harun as. Nabi Musa dilahirkan pada saat  zaman Fir’aun masih menguasai Mesir. Rakyat Mesir pada saat itu benar-benar tunduk semua kepada Raja Fir’aun yang dimana ia memiliki sytem banyak Tuhan.

Padahal waktu zaman dakwahnya Nabi Yusuf, Raja Fir’aun tersebut telah berada pada jalan yang benar. Begitupun dengan anak-anaknya Nabi Yakub atau Nabi Israil telah menyimpang juga dari ajaran Tauhid.

Mereka telah mengikuti jalan orang-orang Mesir lainnya. tidak banyak dari keluarga Yakub yang mempertahankan ajaran Tauhid, itupun secara tersembunyi.

Lalu tibalah masa untuk Bani Israil yang semakin banyak dan menyebar. Mereka melakukan berbagai macam kegiatan serta mereka juga memenuhi beberapa pasar yanga ada di Mesir. Hari demi hari terus berlalu, kekuasaan Mesir di kuasai oleh seorang Raja yang bengis dan kejam yang bernama Fir’aun.

Orang-orang mesir disana sangat tunduk padanya, bahkan mereka juga menyembahkannya sebagai Tuhan. Raja Fir’aun ini mengetahui bahwa Bani Israil ini akan semakin banyak dan terus berkemabang serta mereka memiliki posisi yng sangat penting.

Karena mengetahui hal itu maka Raja Fir’aun mengeluarkan sebuah perintah yang aneh, agar siapa saja yang melahirkan atau mempunyai anak laki-laki untuk dibunuh. Aturan aneh itupun mulai dijalankan. Namun beberapa dari pakar ekonomi berkata kepada Raja Fir’aun : bahwa orang tua yang dari Bani Israil akan meninggal berdasarkan ajal mereka.

Selain itu pakar ekonomi tersebut juga berkata bahwa anak kecil yng disembelih maka akan berakhir pada hancurnya dan binasanya Bani Israil dalan hal ini Fir’aun akan kehilangan kekayaannya dan asset manusia. Dan para wanita tidak akan bisa ia miliki.

Kemudian para pakar ekonomi tersebut menyarankan kepada Fir’aun untuk melakukan proses sembelih pada anak laki-laki yang lahir pada tahun pertama, dan kemudian biarkan mereka pada tahun berikutnya. Lalu Fir’au pun setuju dengan saran tersebut, sebab pemikiran tersebut juga menguntungkan dari sisi ekonomi.

Lahirnya Nabi Musa

Suatu hari ketika ibu Nabi Musa mengandung Nabi Harun, pada kehamilan Nabi Harun tersebut merupakan tahun yang dimana anak laki-laki tidak dibunuh dan dibiarkan untuk hidup. Namun ketika ibu Nabi Musa mengandung Nabi Musa, maka itu bertepatan dengan tahun dimana setiap anak laki-laki harus dibunuh.

Pada saat itu Ibu Nabi Musa sangatlah khawatir dan merasa takut yang luar biasa. Ia takut bahwa anak yang di lahirkannya tersebut juga harus dibunuh. Oleh sebab itu ibu Nabi Musa melahirkan secara sembunyi-sembunyi, ia pun juga menyusui secara sembunyi-sembunyi. Lalu pada suatu malam, Allah memberikan suatu wahyu kepadanya, yaitu :

“Dan kami ilhamkan kepada ibu Musa : “Susuilah dia dan apabila kamu khawatir terhadapnya maka jatuhkanlah dia ke sungai (Nil). Dan jangan kamu khawatir dan janganlah (pula) bersedih hati. Dan janganlah kamu khawatir dan janganlah (pula) bersedih hati. Karena sesungguhnya kami akan mengembalikannya kepadamu, dan menjadikannya (salah seorang) dari para rasul” (Qs 28 : 7)

Mendengar wahyu Allah tersebut dan panggilan yang penuh dengan kasih sayang dan suci, maka ibu Nabi Musa langsung mentaatinya. Ia juga diperintahkn untuk membuat sebuah peti kecil untuk Nabi Musa. Lalu setelah ia selesai menyusui Nabi Muhammad, ia kemudian meletakkannya dipeti tersebut. Lalu ia pergi ke sungai nil untuk membuangnya dan meletakkannya diatas air.

Ibu Nabi Musa sangat merasa sedih sekali, sebab ibu mana yang tega membuang anak yang baru dilahirknnya. Namun itu karena perintah dari Allah, sebab Allah Maha Mengetahui yang terbaik untuknya.Setelah beberapa saat berada diatas air. Allah memerintahkan arus sungai nil untuk tenang dan lembut terhadap bayi tersebut.

Sebagaimana Allah yang maha kuasa memerintahkan kepada api agar menjadi dingin dan membawa keselamatan bagi nabi Ibrahim as. Begitu juga Allah memerintahkan kepada sungai Nil agar membawa Nabi Musa dengan tenang dan penuh kelembutan sehingga mengarahkannya ke istana raja Fir’aun.

Awal Bertemunya Nabi Musa dengan Fir’aun

Kisah Nabi Musa
https://ridhannaa.blogspot.co.id

Pada suatu hari, istri Raja Fir’aun sedang berjalan-jalan dikebun istana seperti biasanya. Pada saat bersama para wanita sedang mengisi semua tempat-tempat di sungai nil. Mereka menemukan sebuah peti disisi kaki mereka. Lalu mereka berikan peti tersebut kepada istri Fir’aun. Istri Fir’aun menyuruh untuk membukakan peti tersebut.

Setelah peti itu terbuka, istri Fir’aun terkejut karena peti tersebut berisi seorang bayi. Istri Fir’aun pun merasa sayang dengan bayi tersebut, hingga berlinang air matanya. Setelah menemukan bayi itu, ia pun pulang.

Nabi Musa as akhirnya tumbuh di rumah Fir’aun, disana beliau mempelajari ilmu hisab, ilmu bangunan, ilmu kimia serta bahasa. Setelah Musa dewasa, ia merasa tidak senang dengan kelakukan Fir’aun yang sewenang-wenang. Bahkan Fir’aun sudah menganggap dirinya sebagai Tuhan. Karena untuk memberantas Fir’aun maka Allah mengangkat Musa sebagai nabi dan rasul.

Nabi musa menerima wahyu dari Allah dan kitab suci Taurat. Sebagai utusan Allah maka beliau diberi Allah mukjizat. Pengikut Nabi Musa semakin banyak dan Fir’aun semakin khawatir. Nabi musa dikejar-kejar sampai kelaut merah.

Setelah Nabi Musa sampai pada tepi laut Merah, maka dipukullah tongkatnya tersebut ke laut. Dan seketika laut menjadi kering, sehingga laut dapat dilewati, dan para pengikut raja Fir’aun berada di belakangnya. Musa lalu memukulkan kembali tongkatnya ke laut, maka seketika tanah tersebut kembali menjadi laut lagi.

Pasukan Fir’aun tergulung oleh air laut dan akhirnya pasukannya mati semua. Kemudian Nabi Musa tinggal di Palestina, di Palestina beliau menyebarkan ajaran Allah. Suatu hari ada terjadinya suatu pembunuhan akibat berebut warisan, mereka pun mencari pembunuhnya. Lalu Nabi Musa memerintah untuk mencarikan lembu betina, lalu lembu tersebut disembelih dan diambil sebagian dari tubuhnya.

Lalu kemudian Nabi Musa memukulkan pada orang yang sudah mati tersebut, maka orang yang mati tersebut langsung kembali hidup dan menunjukkan siapa yang membunuhnya. Allah SWT berfirman dalam surah Al-Baqarah ayat 73 yaitu :

“Lalu Kami berfirman, Pukullah mayat itu dengan sebagian anggota sapi betina itu. Demikian Allah menghidupkan kembali orang-orang yang telah mati, dan memperlihatkan kepadamu tanda-tanda kekuasaan-Nya agar kamu mengerti”.

Suatu ketika Nabi Musa diperintah untuk belajar ilmu pada Nabi Khidir, tujuan beliau belajar ilmu tersebut agar tidak lupa diri, sombong dan menganggap bahwa dirinyalah yang paling pintar. Akhirnya Nabi Musa menyadari bahwa Nabi Khidir jauh lebih pandai dari pada dirinya. Kemudian Nabi Musa wafat pada usia sekitar 123 tahun.

Beberapa Mukjizat Nabi Musa

Nabi Musa tersebut meninggal setelah tugas kenabiannya telah berakhir. Dari kisah Nabi Musa tersebut, ada banyak mukjizat yang dimiliki oleh Nabi Musa. Salah satu mukjizatnya yaitu :

  1. Tongkatnya dapat berubah menjadi ular yang besar.
  2. Tongkatnya dapat mengeringkan lautan bila dipukulkan.
  3. Tongkatnya dapat memancarkan air dari batu bila dipukulkan.
  4. Dapat menghidupkan orang yang telah mati dengan seizing Allah SWT.

Gallery for Kisah Nabi Musa dan Firaun Membelah Laut

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.