Kisah Khalid Bin Walid dalam Mencari Tuhan dan Mencari Kebenaran

2,781 views
khalid bin walid biografi
http://blogs.dunyanews.tv

Khalid Bin Walid Ia bernama Khalid Bin Walid bin Mughirah bin Abdullah bin Umair bin Makhzum. Ia adalah seorang pahlawan Islam sekaligus merupakan panglima para mujahid dan pemimpin pasukan yang senantiasa dibantu oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Khalid Bin Walid ini dijuluki sebagai saifullah atau pedang Allah

Ia memiliki ide-ide yang sangat cemerlang, keperkasaan yang tiada tara serta selalu memiliki taktik yang jitu, maka Ia tak pernah terkalahkan baik pada masa Jahilillah maupun pada masa setelah Islam. Khalid Bin Walid merupakan seorang juru tulis Rasulullah shallalahu ‘alaihi wa sallam. Dan ia mempunyai gelar yaitu kun yahnya adalah Abu Sulaiman.

Siapakah Orang Tua Khalid Bin Walid

Khalid Bin Walid memiliki seorang ayah yang bergelar sebagai Abdu Syam. Ayahnya merupakan seorang hakim di kalangan bangsa Arab pada masa jahiliyah. Ayahnya memiliki kekayaan yang sangat banyak. Sampai ia dapat membungkus Ka’bah dengan kiswah dengan melakukannya sendiri sedangkan bangsa Quraisy mesti berkumpul untuk melakukannya.

Sedangkan ibunya bernama Ashma’, namun ia sering dikenal dengan sebutan Lubabah kecil yaitu putri dari al-Harits bin Harb al-Hilaliah. Ia merupakan salah satu saudari Lubabah besar yaitu istri Abbas bin Abdul Muththalib. Keduanya merupakan saudari dari binti al-Harits,  yaitu istri dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Khalid bin Walid merupakan seorang yang ahli dalam menunggang kuda dan ia merupakan  pahlawan suku Quraisy. Ia banyak terjun pada banyak perang yaitu seperti Perang Badar, Perang Uhud, serta Perang Khandak di barisan kaum musyrikin. Karena Allah menginginkan kebaikan untuknya maka Allah memasukkan rasa cinta Islam ke dalam hatinya.

Sudah banyak perang yng diikuti oleh Khalid bin Walid namun tak sejengkal pun bagian tubuhnya melainkan hanya “cap” syuhada yaitu bekas besetan pedang atau tusukan tombak. Khalid bin Walid pernah berkata bahwa ia lebih menyukai malam yang dingin dengan barisan kaum Muhajirin daripada dihadiahkan seorang pengantin atau kelahiran anak.

Yang Mengajak Walid Masuk Islam

al-Walid bin Walid merupakan saudara dari Khalid bin Walid yang telah masuk Islam terlebih dahulu. Ia ikut bersama Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam untuk masuk ke Mekkah dalam rangkaian umrah qadha. Awalnya Walid mencari saudaranya Khalid namun ia tidak menemukannya. Akhirnya ia menulis surat untuk saudaranya tersebut.

Isi surat Walid tersebut yaitu Bismillahirrahmanirrahim. Amma ba’d. Sesungguhnya aku tak menemukan sesuatu yang lebih mengherankan daripada jauhnya pikiranmu dari Islam. Engkau adalah seorang yang cerdas. Namun tak seorang pun yang mengenal agama seperti Islam. Aku pernah ditanya Rasulullah tentang dirimu. Beliau bertanya,

“Mana Khalid?”

Aku menjawab, “semoga Allah senantiasa memberikannya hidayah.”

Beliau bersabda lagi,

“Orang seperti Khalid tidak akan mengenai Islam? Andaikan ia menggunakan kehebatan dan ketangguhannya yang ia gunakan untuk yang lain, bersama kaum muslimin maka akan jauh lebih baik untuknya”.

Bergegaslah kau saudaraku Khalid untuk menjemput peluang-peluang kebaikan yang sempat luput darimu.

Kisah Islamnya Khalid bin Walid

khalid bin walid adalah
Youtube

Setelah Khalid bin Walid menerima surat dari sudaranya tersebut ia merasa sangat senang sebab Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bertanya tentang dirinya. Hal itu membuat ia semakin terdorong untuk masuk Islam. Khalid akhirnya mengerahkan jiwa dan raganya pada agama barunya yaitu Islam

Cahaya keyakinan yang ada pada hatinya mulai berkilau dengan suci. Ia pun berkata dalam hatinya, “Demi Allah, sungguh jalan inilah yng lurus. Sesungguhny ia (Nabi Muhammad) memang benar-benar seorang rasul. Sampai kapan? Demi Allah aku harus menemuinya untuk mengutarakan keislamanmu”.

Khalid bin Walid bermimpi ia merasa seperti berada pada daerah yang sempit dan gersang. Ditempat tersebut sama sekali tidak ada makan maupun minuman. Kemudian Walid bin Khalid pergi pada daerah yang hijau dan luas. Namun setelah itu Khalid bangun dalam mimpinya dan berkata dalam hatinya, “Sungguh ini sebuah mimpi yang baik”.

Kemudian Khalid keluar dari rumahnya. Ia benar-benar bertekad untuk menemui Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam. Mimpinya semalam sangat melekat pada pikirannya dan seolah-olah benar terjadi di depan matanya. Ia mencari seseorang untuk menemainya mencari Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam.

Namun pada saat ditengah jalan ia bertemu dengan Shafwan bin Umayyah. Khalid berkata pada Shafwan, “Wahai Abu Wahb, tidakkah engkau perhatikan kondisi kita? Kita diibaratkan seperti gigi geraham sementara Muhammad telah menguasai bangsa Arab dan non-Arab. Jika kita datang menemui Muhammad lalu kita mengikuti langkahnya, maka niscaya kemuliaan Muhammad juga kemuliaan kita”.

Shafwan sangat enggan menerima ajakan Khalid tersebut. Ia berkata, “Andaikan tidak ada lagi yang tersisa selain diriku ini, sungguh aku tak akan mengikutinya selama-lamanya”.

Dengan perkataan Shafwan tersebut akhirnya Khalid meninggalkan Shafwan bin Umayyah. Khalid berkata dalam hati, “Orang ini, saudara dan bapaknya terbunuh dalam Perang Badar”.

Kemudian setelah Khalid meninggalkan Shfwan ia bertemu dengan Ikrimah bin Abu Jahal. Khalid berkata dengan Ikrimah dengan kata yang sama seperti ia katakan pada Shafwan bin Umayyah. Namun ternyata jawaban Ikrimah bin Abu Jahal juga sama dengan Shafwan bin Umayyah.

Lalu Khalid pergi meninggalkan Ikrimah dan kembali pulang untuk mempersiapkan kudanya, lalu ia mulai melangkah. Pada saat diperjalanan ia bertemu dengan Utsman bin Thalhah yang merupakan sahabat dekatnya. Khalid menyampaikan keinginannya untuk bertemu Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam, dan ternyata Utsman menerima ajakan Khalid.

Akhirnya mereka pergi dengan tujuan yang sama yaitu bertemu dengan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam. Pada saat dijalan mereka bertemu dengan Amru bin Ash. Kemudian Amru berkata pada keduanya, “Marhaban”.

Mereka berangkat sampai akhirnya tiba di Madinah waktu dijalan sebelum bertemu Rasulullah, Khalid bertemu dengan saudaranya yaitu al-Walid. al-Walid berkata. “Cepatlah”. Sesungguhnya Rasulullah telah mengetahui kedatanganmu dan beliau juga sangat gembira dengan kedatanganmu. Beliau sedang menunggu kalian”.

Lalu mereka mempercepat langkah mereka dan segera masuk untuk menemui Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam. Khalid lebih dulu masuk dan segera mengucapkan salam pada Rasulullah. Dan Rasulullah membalas dengan wajah yang berseri.

Khalid segera berucap, “Sesungguhnya aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan bahwa engkau adalah utusan Allah”. Kemudian Utsman bin Thalhah dan Amru ibnul Ash maju dan membaiat Rasulullah shalalllahu ‘alaihi wa sallam.

Sejak hari itu Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam tak pernah memberi apapun kepada para sahabatnya lebih banyak dari apa yang diberikannya kepada Khalid bin Walid. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam pernah berpesan juga kepada para sahabatnya yang lain,

“Janganlah engkau sakiti Khalid karena sesungguhnya ia adalah pedang diantara pedang-pedang Allah yang Dia hunuskan pada orang-orang yang kafir”.

Itu sebabnya Khalid bin Walid memiliki gelar sebagai saifullah atau pedang Allah untuk pertama kalinya, yang diberikan oleh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam  terhadapnya. Sejak saat itu Khalid bin Walid benar-benar sudah menjadi orang Islam dan taat kepada aturan dan larangan yang Allah berikan

 

 

Gallery for Kisah Khalid Bin Walid dalam Mencari Tuhan dan Mencari Kebenaran

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.