Biografi Singkat Umar bin Khattab dari Lahir sampai Wafat

436 views
Biografi Singkat Umar bin Khattab dari Lahir sampai Wafat
Biografi Singkat Umar bin Khattab

Biografi Umar Bin Khattab Umar bin Khattab merupakan salah satu sahabat Nabi Muhammad setelah wafatnya Abu Bakar As-Sidiq. Nabi Muhammad memberikan gelar kepada Umar bin Khattab yaitu Al-Faruq. Al-Faruq artinya adalah orang yang dapat memisahkan antara kebenaran dan kebatilan.

Jasa Umar bin Khattab ini sangatlah besar, sebab setelah Umar memeluk Islam beliau sangat berpengaruh terhadap penyebaran Islam. Karena jasanya tersebut, Michael H. Heart menempatkan Umar bin Khattab dalam orang yang paling berpengaruh nomor 51 sedunia sepanjang masa.

Biografi Singkat Umar Bin Khattab 

Nama Umar bin Khattab
Lahir 583 M Makkah, Jazirah Arab
Wafat 3 November 644
Makam Sebelah kiri makam Nabi Muhammad di Masjid Nabawi Madinah
Gelar Al-Faruq dan Amiin Al-mu’miniin
Pendahulu Abu Bakar As-Sidiq
Pengganti Utsman bin Affan

Umar bin Khattab ini mempunyai fisik yang kuat. Hal ini terlihat saat ia pernah menjadi juara gulat di Makkah. Selain itu juga Umar ini mempunyai sifat yang tawadhu’ kepada Allah. Kehidupan beliau sangatlah sederhana. Umar senantiasa memakai pakaian yang sederhana. Beliau tidak memakai pakaian layaknya seorang pemimpin yang agung.

Bahkan ia selalu menambal bajunya dengan kulit, selain itu beliau juga selalu mengendarai keledai tanpa pelana. Beliau juga merupakan tipe orang yang jarang tertawa, dan tidak pernah bergurau dengan siapapun. Umar juga mempunyai sebuah cincin yang bertuliskan sebuah kata-kata yaitu, “Cukuplah kematian menjadi peringatan bagimu ‘Umar”.

Umar tumbuh menjadi pemuda yang sangat disegani oleh semua penduduk Makkah. Beliau juga merupakan orang yang paling ditakuti pada masanya. Beliau memiliki watak yang keras, karena sifatnya yang keras tersebut maka ia mendapat julukan sebagai “Singa Padang Pasair”. Beliau juga terkenal sangat tegas dalam urusan agama Allah.

Karena sebagai petinggi militer dan ahli siasat yang baik, Umar sering mengikuti beberapa peperangan yang dihadapi oleh umat Islam bersama Nabi Muhammad SAW. Umar bin Khattab juga ikut terlibat pada perang Badar, Uhud, Khaibar serta penyerangan ke Syria. Dan setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW. Beliau merupakan sahabat yang paling terpukul dengan kepergian Rasulullah.

Memeluk Islam

Pada suatu hari, Umar bin Khattab keluar dengan menghunus pedangnya, bermaksud membunuh Nabi Muhammad. Dalam perjalanannya, beliau bertemu dengan Nu’aim bin Abdullah Al’Adawi, yang merupakan seorang laki-laki yang berasal dari Bani Zuhrah. Laki-laki tersebut berkata kepada Umar :

“Mau kemana wahai Umar?” Umar bin Khattab menjawab, “Aku ingin membunuh Muhammad.” Lalu lelaki tersebut berkata lagi, “Bagaimana kamu akan aman dari Bani Hasyim dan Bani Zuhrah, kalau kamu membunuh Muhammad?” Maka Umar menjawab, “Tidaklah aku melihatmu melainkan kamu telah meninggalkan agama nenek moyangmu.”

Setelah Umar berkata demikian maka pria tadi menimpalinya, “Maukah aku tunjukkan yang lebih mencengangkanmu, hai Umar? Sesungguhnya adik perempuanmu dan iparmu telah meninggalkan agama yang telah engkau yakini.”

Lalu Umar bergegas mendatangi adiknya tersebut yang sedang belajar Al-Qur’an, yaitu surah Thaha kepada Khabab bin Al-Arat. Kemudian Umar masuk ke dalam rumahnya dan menanyakan suara apa yang telah didengarnya tersebut. Dan kemudian adik perempuan Umar bin Khattab dan suaminya berkata :

“Kami tidak sedang membicarakan apa-apa.” Kemudian Umar menimpalinya, “Sepertinya kalian sudah keluar dari agama nenek moyang kalian.” Iparnya menjawab. “Wahai Umar, apa pendapatmu jika kebenaran itu bukan pada agamamu.”

Mendengar hal itu Umar pun sangat marah dan memukulnya sampai terluka dan berdarah, karena tetap saja saudaranya tersebut mempertahankan agama Islam yang dinutnya tersebut. Maka akhirnya Umar bin Khattab berputus asa dan menyesal melihat darah mengalir pada iparnya.

Lalu Umar bin Khattab berkata, “Berikan kitab yang ada pada kalian kepadaku, aku ingin membacanya.” Maka adik perempuannya pun berkata, “Kamu itu kotor. Tidak bisa menyentuh kitab itu kecuali orang yang bersuci. Mandilah dan berwudhulah terlebih dahulu!” kemudian Umar bin Khattab mandi dan berwudhu.

Setelah beliau selesai mandi dan berwudhu, lalu beliau mengambil kitab tersebut yang ada pada adik perempuannya. Ketika Umar membaca surat Thaha, memuji dan memuliakan isinya, kemudian beliau minta diantar untuk bertemu dengan Rasulullah.

Mendengar perkataan Umar bin Khattab, lalu Khabab berkata, “Aku akan beri kabar gembira kepadamu, wahai Umar! Aku berharap engkau adalah orang yang didoakan Rasulullah pada malam kamis, Ya Allah, kuatkanlah Islam dengan salah seorang dari dua ‘Umar’ yaitu Umar bin Khattab atau Abu Jahl (Amru) bin Hasyim.

Lalu kemudian Umar mengambil pedangnya dan menuju rumah Arqam bin Abil Arqam, kemudian mengetuk pintunya. Ketika ada salah seorang yang melihat Umar bin Khattab datang dengan pedang terhunus dari celah pintu rumahnya. Kemudian dikabarkan kepada Rasulullah, lalu mereka berkumpul.

Hamzah bin Abdul Muthalib bertanya, “Ada apa kalian?” Lalu mereka menjawab, “Umar datang.” Hamzah bin Abdul Muthalib berkata lagi, “Bukalah pintunya. Kalau dia menginginkan kebaikan, maka kita akan menerimanya. Tetapi kalau menginginkan kejelekan, maka kita akan membunuh dengan pedangnya.”

Lalu kemudian Nabi Muhammad menemui Umar bin Khattab dan berkata kepadanya, “Ya Allah, ini adalah Umar bin Khattab. Ya Allah muliakan Islam dengan Umar bin Khattab.” Dan dalam riwayat lain, “Ya Allah kuatkanlah Islam dengan Umar.”

Setelah itu Umar seketika membaca kalimat syahadat, dan orang-orang yang berada dirumahnya tersebut bertakbir dengan keras. Dan Umar masuk Islam pada tahun keenam setelah kenabian Muhammad.

Hijrah Ke Madinah

Pada tahun 622 Umar bin Khattab bersama Rasulullah SAW serta dengan para pengikutnya hijrah ke kota Yatsrib (Madinah). Setelah berhijrah, Umar bin Khattab banyak melakukan peperangan besar bersama Rasulullah. Umar bin Khattab ini juga terkenal sebagai orang terdepan yang selalu membela Nabi Muhammad.

Selain itu Umar bin Khattab juga terkenal dengan keberaniannya dalam membela Islam. Bahkan tanpa ragu menentang kawan-kawannya yang dulu bersama-sama ikut menyiksa para pengikut Nabi Muhammad SAW.

Menjadi Khalifah

Umar bin Khattab menjadi seorang Khalifah setelah menggantikan Abu Bakar As-Sidiq. Ketika Abu Bakar yang menjadi khalifah dulu, Umar bin Khattab menjadi salah satu penasehat kepalanya.  Setelah Umar menjadi khalifah, maka Islam berkembang dengan sangat pesat.

Hal ini terlihat bahwa Islam dapat mengambil alih Mesopotamia dan sebagian Persia dari tangan dinasti Sassanid dari Persia. Tidak hanya itu saja namun juga beberapa negara lainnya seperti, Mesir, Palestina, Syria, Afrika Utara dan Armenia.

Pada pertempuran Yarmuk yang terjadi di dekat Damaskus pada tahun 636 M (14 H), 20.000 pasukan Islam telah mengalahkan pasukan Romawi yang mencapai 70.000 dan mengakhiri kekuasaan Romawi di Asia kecil bagian Selatan. Pasukan Islam lainnya dalam jumlah kecil mendapatkan kemenangan atas pasukan Persia dalam jumlah yang besar.

Wafat Umar bin Khatab

Umar bin Khattab wafat pada usianya yaitu 63 tahun karen dibunuh oleh Abu Lu’luah (Fairuz) yang merupakan pelayan Al-Mughirah bin Syu’bah. Pembunuhan ini dilakukan konon katanya Fairuz menyimpan dendam terhadap Umar bin Khattab. Fairuz merasa sakit hati karena kekalahan Persia dimana negara tersebut merupakan negara adidaya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *