Biografi Lengkap Gus Mus

97 views

 

Biografi Gusmus Apakah anda sudah mengenal sosok dari seorang Gusmus?? Banyak cerita inspiratif dan juga mengharukan dalam perjalanan hidupnya tersebut. Gusmus ini memiliki nama lengkap yaitu KH. Mustofa Bisri. Beliau adalah sosok yang kharismatik didepan banyak orang.

 

Meskipun banyak para ulama muda yang bermunculan di Indonesia, namun beliau tetap masih dihormati dan disegani oleh banyak orang. Karena tausiahnya yang selalu menyejukkan serta beliau selalu mengedepankan antar umat beragama. Saat beliau memberikan tausiah, gaya bahasa yang beliau gunakan juga kalem, sopan dan penuh tatakrama.

 

KH Mustofa Bisri atau yang sering dikenal dengan nama Gusmus ini sangatlah dihormati oleh siapapun. Bahkan tidak hanya dari golongan umat Muslim saja yang menghormati beliau, namun dari berbagai agama juga menghormatinya. Gusmus ini merupakan tokoh NU yang banyak disegani.

 

Pada organisasinya sendiri, sosok Gusmus ini merupakan sosok yang begitu takzimi. Hal ini terlihat pada saat pemilihan ketua Tanfidziah dan Syuriah pada beberapa waktu yang lalu. Pada waktu ini beliaulah yang menjadi penengah dan beliau juga akhirnya berhasil menenangkan perpecahan pada saat ini sedang memanas.

 

Saat berusaha menenagkan para hadirin yang datang pada waktu itu, Gusmus sampai menangis. Bahkan pada waktu itu Gusmus yang dicalonkan menjadi ketua Syuriah, tidak bersedia dan lebih memilih menyerahkan jabatannya tersebut kepada orang lain.

 

Pada pidato Gusmus waktu itu benar-benar memang sangat mengharukan, bahkan dengan pidatonya tersebut membuat semua para hadirin bisa menjadi lebih tenang. Bahkan dalam pidatonya tersebut Gusmus menyatakan bahwa ia bersedia jika harus mencium kaki para muktamirin, jik hal ini dapat menenangkan suasana.

 

Dalam kehidupan kesehariannya, beliau tidak hanya dikenal sebagai Kyai melainkan beliau juga dikenal sebagai seniman. Banyak sekali karya seni yang sudah beliau terbitkan. Sehingga apresiasi dari berbagai kalangan mengenai karya Gusmus tersebut sudah tidak diragukan lagi.

 

Dalam menjalani seninya tersebut, beliau banyak menerbitkan beberapa cerpen, puisi dan juga melukis. Gusmus ini merupakan orang yang sangat produktif, sebab tidak hanya dapat mengeluarkan cerpen, puisi, syair dan melukis saja namun ia juga dapat mengeluarkan beberapa karya ilmiah. Sebagai seorang ulama, ilmu yang beliau miliki sudah tidak dapat menyangsingkan lagi.

 

Gusmus menempuh pendidikan Islam tidak hanya ia lakukan di Indonesia saja, namun beliau juga pernah mondok dan nyantri dinegara Timur Tengah. Dan pada saat itu Gusmus adalah pengasuh salah satu pondok yaitu pondok pesantren Roudlatut Thalbin.

 

Pada saat mondok di  Timur Tengah Gusmus ini merupakan salah satu sahabat dari RI Indonesia yang keempat yaitu Gus dur. Mereka bahkan tidak hanya seperti teman biasa saja melainkan seperti sahabat karib. Pemikiran mereka soal agama juga hampir sama. Mereka merupakan sama-sama ulama yang lebih mengutamakan kemanusiaan dan kerukunan umat beragama dari pada yang lainnya.

 

Biodata Singkat Gusmus

 

Biodata Gusmus
Nama KH. Mustofa Bisri
Tempat / tanggal lahir Rembang, 10 Agustus 1944
Agama Islam
Jabatan Pimpinan Pondok Pesantren Roudlatut Tolibin
Istri Siti Fatimah
Anak 1. Ienas Tsuroiya

2. Kautsar Uzmut

3. Randloh Quds

4. Rabitul Bisriyah

5. Nada

6. Almas

7. Muhammad Bisri Mustofa

Ibu Marafah Cholil
Ayah KH. Bisri Mustofa

 

Pendidikan Gusmus
1.      Pondok pesantren Hidayatul Mubtadiin Lirboyo Kediri
2.      Al-Munawwir Krapyak, Yogyakarta
3.      Raudlatut Tholibin, Rembang
4.      Univeritas Al-Azhar, Kairo, Mesir

 

Karya Tulis Gusmus
1.      Dasar-dasar Islam (terjemahan, Abdillah Putra Kendal, 1401 H)
2.      Ensklopedi Ijma’ (terjemahan bersama KH. M.A. Sahal Mahfudh, Pustaka Firdaus, Jakarta, 1987)
3.      Nyamuk-Nyamuk Perkasa dan Awas, Manusia (gubahan cerita anak-anak, Gaya Favorit Press Jakarta, 1979)
4.      Kimiya-us Sa’aadah (terjemahan bahasa Jawa, Assegaf Surabaya)
5.      Syair Asmaul Husna (bahasa Jawa, Penerbit Al-Huda Temanggung)
6.      Ohoi, Kumpulan Puisi Balsem (Pustaka Firdaus, Jakarta, 1991,1994);
7.      Tadarus, Antalogi Puisi (Prima Pustaka Yogya, 1993)
8.      Mutiara-Mutiara Benjol (Lembaga Studi Filsafat Islam Yogya, 1994)
9.      Rubaiyat Angin dan Rumput (Majalah Humor dan PT. Matra Media, Cetakan II, Jakarta, 1995)
10.  Pahlawan dan Tikus (kumpulan puisi, Pustaka Firdaus, Jakarta, 1996)
11.  Mahakiai Hasyim Asy’ari (terjemahan, Kurnia Kalam Semesta Yogya, 1996)
12.  Metode Tasawuf Al-Ghazali (tejemahan dan komentar, Pelita Dunia Surabaya, 1996)
13.  Saleh Ritual Saleh Sosial (Mizan, Bandung, Cetakan II, September 1995)
14.  Pesan Islam Sehari-hari (Risalah Gusti, Surabaya, 1997)
15.  Al-Muna (Syair Asmaul Husna, Bahasa Jawa, Yayasan Pendidikan Al-Ibriz, Rembang, 1997)
16.  Fikih Keseharian (Yayasan Pendidikan Al-Ibriz, Rembang, bersama Penerbit Al-Miftah, Surabaya, Juli 1997)

 

Itu beberapa biodata singkat mengenai Gusmus yang perlu Anda ketahui. Dengan biodata tersebut Anda akan jauh lebih mengerti dan paham mengenai sosok dari Gusmus tersebut.

 

Kumpulan Puisi Gusmus Yang Sudah Diterbitkan

 

Diatas tadi sudah kita bahas mengenai biodata serta profil menngenai Gusmus. Bahkan diatas juga sudah kita bahas mengenai beberapa karya tulis yang sudah dibuat Gusmus dan akhirnya dibukukan. Seperti yang sudah kita tahu adalah bahwa Gusmus banyak sekali menghasilkan karya tidak hanya cerpen saja melainkan puisi juga ia buat.

 

Ada banyak puisi yang dihasilkan oleh sosok Gusmus ini, dan semua puisinya tersebut sudah berhasil diterbitkannya. Apa saja puisi yang sudah diterbutkan oleh Gusmus tersebut?? Puisi tersebut antara lain adalah :

 

  • Ohoi, Kumpulan Puisi Balsem (Cet. I Stensilan 1988; Cet. II P3M Jakarta 1990; Cet. III 1991, Pustaka Firdaus, Jakarta);

 

  • Tadarus (Cet. Pertama 1993 Prima Pustaka, Jogjakarta);

 

  • Pahlawan dan Tikus (Cet. I 1995, Pustaka Firdaus, Jakarta);

 

  • Rubaiyat Angin & Rumput (Diterbitkan atas kerja sama Majalah Humor dan PT Matra Multi Media, Jakart, Tanpa Tahun);

 

  • Wekwekwek (Cet. I 1996 Risalah Gusti, Surabaya);

 

  • Gelap Berlapis-lapis (Fatma Press, Jakarta, Tanpa tahun);

 

  • Negeri Daging (Cet. I. September 2002, Bentang, Jogjakarta);

 

  • Gandrung, Sajak-sajak Cinta (Cet.I Yayasan Al-Ibriz 2000, cet. II, 2007 MataAir Publishing, Surabaya)

 

  • Aku Manusia (MataAir Publishing, 2007, Surabaya)

 

  • Syi’iran Asmaul Husnaa (Cet. II MataAir Publishing, 2007,Surabaya)

 

  • Membuka Pintu Langit (Penerbit Buku Kompas, Jakarta November 2007)

 

Kegiatan Gusmus Dalam Bentuk Pameran

 

Setelah kita tadi sudah tahu beberapa karya puisi Gusmus yang diterbitkan, maka hal lain yang perlu kita ketahui adalah kegiatan Gusmus dalam bentuk pameran. Kegiatan apa sajakah itu??

 

  • Pameran tunggal 99 Lukisan Amplop Desember 1997 di Gedung Pameran Senirupa Depdikbud Jakarta

 

  • Pameran bersama Amang Rahman (Alm) dan D. Zawawi Imron Juli 2000 di Surabaya

 

  • Pameran Lukisan dan Pembacaan Puisi bersama Danarto, Amang Rahman (Alm), D. Zawawi Imron, Sapardi Djoko Damono, Acep Zamzam Noor.. November 2000 di Jakarta

 

  • Pameran Kaos Kaligrafi, Mei 2001 di Surabaya

 

  • Pameran Kaos Kaligrafi, Agustus 2001 di Jakarta
  • Pameran Lukisan bersama kawan-kawan pelukis antara lain Joko Pekik, Danarto, Acep Zamzam Noor, D. Zawawi Imron, dll, Maret 2003

 

  • Pameran bersama dalam rangka Jambore Seni, Juli 2006

 

  • Pameran Kaligrafi Bersama, Jogya Galery, 2007

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *